Ayat Bacaan : Yosua 11:16-23; Lukas 12:32
“Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua”
(Yosua 11:21).
Anda ingat dengan para pengintai yang diutus oleh Musa ke tanah Kanaan (Bilangan 13)? 10 pengintai melaporkan dengan nada negatif, sebab mereka melihat raksasa. Itulah yang membuat mereka berkata, “Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami” (Bilangan 13:33). Tetapi dalam pembacaan ayat hari ini, orang Israel di bawah pimpinan Yosua berhasil menghancurkan para raksasa. Ketakutan yang pernah menguasai orang Israel ternyata tidak beralasan! Allah membuktikan bahwa janji Allah tidak dipengaruhi oleh kekuatan musuh.
Dulu ketika saya masih kecil, saya biasa diajak oleh orang tua ke rumah paman. Paman punya hobi memelihara anjing-anjing besar, termasuk seekor herder. Anjing ini biasanya terikat dengan rantai besi. Meskipun agak tua, tetapi gonggongannya dapat merontokkan nyali setiap orang, termasuk saya. Apabila saya berjalan melintasinya, saya harus pastikan bahwa saya tidak berjalan terlalu mendekat. Tatapan matanya kerap kali mengawasi orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya hati ini ingin rasanya mengajaknya menjadi sahabat, tetapi sikap bermusuhan sudah ditunjukkan sejak awal. Akhirnya setiap kali saya berada di rumah paman seperti memasuki daerah musuh.
Camkan, setiap kali saya melihat anjing itu terikat rantai hati saya menjadi tenang. Tetapi suatu saat si herder itu lupa diikat, meskipun seutas kalung besi melingkar di kehernya. Begitu saya datang mendekat, dia bergerak mendekati saya. Luar biasa kaget dan takutnya saya. Untunglah paman yang juga bertindak sebagai “pawang” menyelamatkan saya.
Saudara, kalau Anda melihat singa yang terikat dengan rantai Anda tidaklah takut. Tetapi bagaimana kalau singa itu lepas? Karena ada rantai Anda tidak takut, mengapa Anda tidak memandang Allah supaya Anda tidak takut? Mengapa kita tidak melihat kekuatan Allah? Mengapa kita tidak percaya kepada kemampuan Allah?
Renungan:
Seringkali ketakutan kita itu tidak beralasan. Bila Allah berjanji menyertai Anda, maka pastilah Dia akan menyertai Anda. Apa yang membuat Anda takut?
Apabila Anda takut, itu berarti Anda tidak melihat Allah.
No comments:
Post a Comment