Ayat Bacaan : Yosua 15:1-63; Roma 8:37
"Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak"
(Yosua 15:14).
Apa yang diimani oleh Kaleb adalah benar ketika ia menyaksikan para raksasa itu, namun Allah sanggup memberikan tanah Kanaan. Sebab Kaleb menghalau orang Enak, yakni sebagian dari raksasa yang membuat gentar orang Israel.
Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kalau Anda mengizinkan Allah bekerja, maka Ia akan mendemonstrasikan kekuatan-Nya kepada Anda. Jadi apapun alasan bangsa Israel yang ketakutan ketika mendengarkan berita dari 10 pengintai yang bercerita tentang para raksasa di negeri Kanaan, tidak akan membatalkan Allah memberikan tanah Kanaan kepada orang Israel, hanya saja generasi yang bimbang itu tidak akan pernah memasuki tanah Kanaan.
Nama Kaleb melejit karena dia bersama dengan Yosua yang meyakini bahwa Kanaan pasti diberikan kepadanya. Dan itulah yang terjadi! Ia menghalau para raksasa yakni orang Enak.
Ini sebenarnya masalah perspektif. Bila Anda melihat sebuah gunung yang tinggi, maka otak Anda pastilah berkata bahwa gunung itu memang tinggi. Tetapi bagaimana kalau anda menaruh sebuah koin, masing-masing di mata Anda. Apa yang Anda lihat? Ajaib, gunung itu hilang dari pandangan Anda. Koin itu menutup gunung tersebut dari pandangan Anda.
Sekali lagi ini berbicara tentang perspektif. Apabila Anda menempatkan Allah dengan benar, maka semua gunung yang ada di depan Anda akan “tertelan” dengan kekuatan Allah. Jadi itu pula yang melatarbelakangi kemenangan Daud melawan Goliat. Dari analisa apapun tidak ada dasar untuk menjagolakan Daud. Dia masih muda dan tidak pengalaman! Dia hanyalah penggembala. Makanan empukkah dia bagi Goliat? Sebaliknya! Hanya dengan sekali lemparan batu, raksasa itu jatuh ke tanah. Siapa yang berada dibalik kemenangan Daud? Allah! Daud berkata kepada Goliat, “..... Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (1 Samuel 17:45).
Jangan memperbesar masalah, meskipun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masalah Anda itu seperti Goliat yang sedang murka. Tetapi tempatkanlah Allah dalam perspektif yang benar. Artinya, lihat kepada kuasa Allah. Penuhi hati Anda dengan kisah-kisah ajaib tentang kemenangan Allah.
Renungan:
Hari ini Anda sedang maju di dalam medan peperangan melawan Goliat? Hadapilah dengan memiliki perspektif yang benar. Sebab bila Anda lakukan, maka Goliat itu bukan lagi musuh yang mengerikan.
Perspektif menentukan kemenangan Anda.
No comments:
Post a Comment