Ayat Bacaan : Yosua 19:1-51; Yohanes 11:40
“Itulah milik pusaka yang diperundikan di antara suku-suku orang Israel di Silo oleh imam Eleazar, oleh Yosua bin Nun dan oleh para kepala kaum keluarga di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan. Demikianlah diselesaikan mereka pembagian negeri itu”
(Yosua 19:51).
Setiap suku memang berhak atas milik pusaka mereka, kecuali suku Lewi, sebab Allah yang menjadi milik pusaka mereka. Tetapi bila kita membaca dengan teliti maka kita akan mengetahui bahwa tanah yang mereka miliki tidaklah didapatkan dengan mudah. Mereka harus berjuang, bertempur, dan mengalahkan musuh. Tetapi pada akhirnya mereka mendapatkan pusaka mereka.
Tahukah kita, apa yang dapat membatalkan mereka mendapatkan pusaka mereka?
Pertama, malas. Bila suku bermalas-malasan, maka pastilah tidak ada di antara mereka yang akan mendapatkan tanah Kanaan. Dan tahukah kita bahwa kemalasan dapat membunuh manusia. Alkitab berkata tentang semut yang rajin, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" - maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata” (Amsal 6:6-11). Pikirlah semut, bukan siput.
Kedua, tidak percaya. Melihat musuh seperti raksasa dan seperti pasir banyaknya, mudah sekali untuk patah semangat. Mendingan tidur saja sambil menantikan keajaiban. Tetapi keajaiban tidak terjadi bila kita tidak bertindak. Dan tindakan kita tanpa iman juga tidak menghasilkan apa-apa. Ingatlah bahwa generasi yang tidak percaya itu tidak diizinkan masuk ke tanah Kanaan. Yesus berkata, “Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah" (Yoh. 11:40).
Ketiga, bertekun. Perjuangan membutuhkan waktu. Perjuangan membutuhkan seluruh konsentrasi kita. Dan perjuangan membutuhkan pengorbanan. Tetapi yakinlah bahwa pengorbanan itu akan membawa kita kepada kemenangan.
Renungan:
Kita sudah mendapatkan warisan? Atau kita masih di luar Kanaan dan belum masuk kepada janji-janji Allah? Mau tunggu apa lagi? Let’s go and take the land!
Warisan diberikan bila kita bertindak.
No comments:
Post a Comment