Monday, December 18, 2017

Memelihara Hubungan

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 11:1-20; Matius 22:37, 39
“Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja  dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat.....
(2 Raja-Raja 11:17, 18).”


Ada pepatah kuno yang mengatakan: “Memiliki sahabat 100 orang terlalu sedikit, memiliki musuh satu orang terlalu banyak.” Pepatah ini mengungkapkan perlunya memelihara hubungan sebanyak-banyaknya dengan orang di sekeliling kita, kalau bisa hindari permusuhan. Jangankan dua, satu musuh saja sudah terlalu banyak.

Kita tidak cukup membangun hubungan dengan manusia saja, melainkan perlu menjaga dan memeliharanya. Demikian halnya dengan  Tuhan, tidak cukup membangun hubungan, tetapi perlu memeliharanya. Perhatikanlah apa yang pernah disampaikan oleh Tuhan Yesus:  “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa   yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat,  karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku (Yohanes 15:15).”

Setelah melalui masa-masa yang menegangkan, atas anugerah Tuhan akhirnya Yoas bin Ahazia selamat dari ancaman Atalya  yang hendak membinasakan semua keturunan raja. Saat itu Yoyada mengundang para kepala pasukan, dan mulai membangun hubungan dan mengikatnya dalam sebuah perjanjian di rumah Tuhan. Mereka membuat kesepakatan untuk mengembalikan takhta ke raja yang sah yaitu Yoas bin Ahazia. Penting bagi Yoyada untuk membangun hubungan karena dengan membangun dan memelihara  hubungan inilah  usahanya tercapai. Selain membangun hubungan dengan manusia Yoyada  juga sangat memelihara  hubungannya  dengan Allah, dan inilah kunci  yang  terutama. 

Karena itu setelah membantu mengembalikan taktha kerajaan kepada Yoas, Yoyada mengajak raja dan seluruh rakyat untuk komitmen menjaga dan memelihara hubungan dengan Tuhan.

Ada dua langkah yang harus diambil untuk membangun dan menjaga hubungan dengan Tuhan: Yoyada mengajak raja dan rakyat mengikat perjanjian dengan Tuhan, bahwa mereka akan sungguh-sungguh menjadi umat Allah. Langkah berikutnya seluruh rakyat masuk ke rumah baal dan merobohkan mezbah baal, patung baal termasuk membinasakan imam baal. Mereka tidak lagi mau kompromi dengan penyembahan berhala. Bagaimana dengan kita apakah kita terus memelihara hubungan dengan Tuhan atau masih berkompromi dengan kuasa kegelapan? 

Renungan:
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan  segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37-39).”


Pelihara hubungan kita dengan Tuhan, dan putuskan hubungan dengan kuasa kegelapan.

No comments:

Post a Comment