Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 14; Roma 8:14
“bertanyalah Daud kepada Allah: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” TUHAN menjawab: “Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.”
(1 Tawarikh 14:10).
Bertanya adalah sesuatu yang wajar, bukan? Tetapi bila hal itu menyangkut hidup dan mati menjadi lain. Pepatah yang sering kita dengar adalah ‘malu bertanya sesat di jalan.’ Pepatah ini rupanya berlaku juga bagi raja Daud. Daud tidak ingin sesat dalam perjalanan hidupnya oleh sebab itu dia selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam hidupnya dengan bertanya kepada Allah. Hasilnya? Kemenangan! Itulah salah satu rahasia keberhasilan raja Daud menjadi seorang raja dan panglima perang.
Bagi Daud bertanya kepada Allah dalam mengambil semua kuputusan dalam hidupnya adalah sesuatu keharusan. Dan ini menunjukkan bahwa Daud sangat bergantung pada Allah dan melibatkan-Nya dalam segala hal. Dia tahu tanpa Allah pasti gagal. Bagaimana dengan kita? Apakah sebelum mengambil keputusan kita melibatkan Allah di dalamnya? Bila kita ingin sukses dan berhasil kita harus melakukan apa yang Daud telah lakukan.
Daud memiliki Roh Kudus yang tidak tinggal secara permanen di dalam hidupnya, tetapi kita yang hidup dalam Perjanjian Baru Roh Kudus diberikan kepada kita untuk tinggal secara permanen. Secara mutlak kita harus dipimpin oleh Dia. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14).
Apakah itu berarti kita harus bertanya ‘bolehkah kita pergi ke pasar atau supermarket?’ ‘Bolehkah kita berdoa atau membaca Alkitab?’ Perlu kita ingat bila kita bertanya sesuatu yang masih bersifat rasional dan itu adalah kebutuhan dan kewajiban kita sehari-hari yang harus dilakukan, kita tidak perlu bertanya kepada Tuhan. Bila hal itu sudah tertulis di dalam Alkitab seperti berdoa dan membaca Alkitab tersebut maka kita juga tidak perlu bertanya kepada Tuhan, langsung saja kita lakukan. Bila kita bertanya sekalipun, Allah tidak akan menjawabnya. Dan bila kita terus mendesak Dia maka Dia hanya akan ngomong, ‘sudah tertulis’.
Renungan:
Tetapi ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa diselesaikan secara rasional dan bahkan tidak tertulis di dalam Alkitab. Coba buka telinga rohani kita lebar-lebar dan tutup telinga rohani kita dari suara-suara dunia ini maka kita akan mengdengar suara-Nya. Sebab kita sudah memiliki Roh Kudus.
Pertanyaan dibuat untuk menemukan jawaban. Kita ada karena Allah ada.
No comments:
Post a Comment