Ayat Bacaan " 1 Tawarikh 13; Wahyu 7:12
“Dan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengundahkannya”
(1 Tawarikh 13:3).
Daud adalah seorang yang hebat dalam hal pujian dan penyembahan. Namun dalam beberapa kasus orang yang hebat itu bisa melakukan kesalahan.
Daud ingin membawa kembali tabut perjanjian ke Israel. Dia sebenarnya ingin melakukan yang terbaik, namun saat itu dia melakukan kesalahan.
Apa kesalahan Daud?
Pertama, Daud meminta petunjuk kepada rakyatnya daripada kepada Allah (ay. 1, 4). Perhatikanlah bahwa penyembahan itu menyangkut kehormatan Allah. Jadi seorang pemimpin pujian yang paham akan hal ini akan mencari cara untuk menyenangkan hati Allah, bukan jemaat.
Kedua, Daud melakukan apa yang benar menurut pemandangan matanya daripada kepada Allah (ay. 2, 4). Kalau kita memuji atau menyembah Allah, maka fokus kita saat itu adalah bagaimana caranya menyenangkan hati Allah, bukan manusia. Kalau ada seorang yang berkata bahwa pemimpin pujiannya hebat, perlu dipertanyakan apakah pujiaan itu sudah menyenangkan hati Allah?
Ketiga, Daud mencontoh tindakan orang Filistin (ay. 7). Bangsa Israel diberikan instruksi khusus mengenai tata cara membawa tabut. Tetapi saat itu dia membawanya dengan kereta yang idenya timbul dari metode yang dipakai oleh orang Filistin. Dan akibatnya Uza tewas.
Keempat, Daud mengizinkan Uza dan Ahyo “mengganggu” hadirat Allah (ay. 7). Seringkali para pemimpin pujian “mengganggu” hadirat Tuhan. Banyak orang yang menyanyi dengan asal-asalan dan tidak menghormati kehadiran Allah. Mereka lebih mementingkan penampilan daripada urapan.
Kelima, Daud gagal menegakkan standar. (ay. 8). Sebenarnya tidak seharusnya menyanyikan pujian dengan caranya sendiri. Allah mempunyai standar yang seharusnya diikuti. Bani Lewi sebenarnya yang ditunjuk sebagai pemuji, tetapi saat itu seluruh Israel memuji Tuhan.
Keenam, Daud mengizinkan kedagingan menyentuh hadirat Tuhan (ay. 9). Uza dengan cara lancang menyentuh tabut itu dan menyebabkan kematiannya. Daud seharusnya memberikan peringatan sebelumnya supaya orang Israel memperlakukan tabut itu dengan benar.
Daud akhirnya menyadari kesalahan itu setelah jatuh korban ia lalu menjadi takut (ay. 12).
Renungan:
Pujian adalah perkara sakral dan kudus. Jangan bermain-main dengan penyembahan, tidak terkecuali para pelayan Tuhan yang ambil bagian dalam puji-pujian kepada Allah.
Dalam hadirat Tuhan ada kemuliaan Allah.
No comments:
Post a Comment