Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 12; Yakobus 4:8
“Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati”
(1 Tawarikh 12:33).
Bagaimana kita mendefinisikan seorang pemimpin yang berhasil? Apakah bisa dilihat hanya dari kharismanya saja? Atau dari jumlah pengikutnya? Itu hanyalah sebagian saja dari syarat seorang yang disebut berhasil disebut sebagai pemimpin.
Ada hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin. Apakah itu? Suksesi! Seorang pemimpin yang berhasil tidak pernah berhenti hanya pada masanya saja. Dia harus mampu menjaga keberhasilannya hingga pada beberapa generasi.
Daud cukup berhasil melakukan suksesi. Kita bisa baca di dalam pembacaan ayat hari ini bagaimana dia berhasil membawa para pengikutnya tetap setia kepadanya. Dan di antara mereka ada yang dari Zebulon yang disebutkan sebagai orang-orang yang pandai berperang dan yang paling penting mereka adalah orang-orang yang tidak bercabang hati. Inilah syarat penting bila kita menjadi seorang pemimpin.
Mencari orang yang pintar dan cerdik tidaklah sesulit mencari orang yang tidak bercabang hati.
Yesus adalah contoh lain keberhasilan suatu suksesi. Dia mendelegasikan tugasnya kepada murid-murid-Nya dan Dia berhasil. Kita lihat bagaimana murid-murid-Nya berhasil melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Tidak hanya itu saja, mereka juga menjadi murid-murid yang loyal dan tidak bercabang hati.
Saudaraku, kita harus berlaku dengan tidak bercabang hati kepada manusia dan Allah. Apakah kita adalah orang yang sudah menikah? Apakah kita adalah seorang pekerja di gereja? Berlakulah dengan tidak bercabang hati. Tunjukkan bahwa kita adalah seorang manusia yang berkualitas.
Yang terpenting lagi adalah hubungan kita dengan Allah. Tidak mungkin amanat agung Tuhan Yesus tercapai bila kita mendua hati. Mungkin saja kita melihat rekan kita yang Kristen tidak teguh hatinya saat mengiring Kristus. Kita tidak perlu mengikutinya. Kita adalah manusia yang memiliki prinsip. Kita tidak perlu mengikuti prinsip mereka. Kita mempunyai prinsip sendiri.
Renungan:
Nama Yesus dimuliakan karena kita adalah manusia yang tidak bercabang hati. Sampai kapan kita berlaku demikian? Sampai selama-lamanya.
Orang yang hatinya bercabang tidak akan pernah menuai kesuksesan.
No comments:
Post a Comment