Ayat Bacaan : Efesus 1:15-17; Amsal 21:2
“……. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku” (Efesus 1:16)
“Aku telah berdoa lama bagi suamiku,” kata seorang wanita kepada pendetanya, “Tetapi ia bukannya bertobat, tetapi malahan semakin jauh.” “Mengapa Ibu ingin suami ibu bertobat?” “Oh, rumah tanggaku akan indah. Ia akan menjadi ayah yang baik dan mencintai anak-anaknya dan istrinya.” “Lupakanlah kalau begitu. Engkau berdoa untuk kepentinganmu sendiri. Engkau mendambakan suamimu bertobat bukan untuk keselamatan jiwanya.”
Doa Ibu di atas kelihatannya rohani tetapi salah. Anda bisa melihat letak kesalahannya? Saudara, kita seharusnya meneladani Paulus yang menempatkan jemaat Tuhan di hatinya. Paulus berdoa untuk jemaat Tuhan bukan supaya jemaat Tuhan diberkati lalu sanggup memberikan amplop tebal kepada Paulus. Bukan, bukan itu! Tetapi Paulus berdoa agar jemaat Tuhan diberikan roh hikmat dan wahyu supaya mereka dapat mengenal Tuhan dengan benar. Sekarang bagaimanakah dengan doa-doa Anda. Selama ini Anda berdoa buat suami, istri, anak, kakak, adik, orang tua, teman, atau siapa saja, apa yang menjadi motivasi dibalik doa-doa Anda? Apakah ada “politik taktis” di balik doa-doa Anda? Anda berdoa agar suami Anda bertobat, supaya apa? Jujur saja. Apa supaya ia dapat menjadi suami yang baik dan akan setia kepada Anda? Itu tidak salah.
Doa ini kelihatan rohani, tetapi sangat egois. Doa ini bukan untuk kepentingan Tuhan, melainkan untuk kepentingan Anda sendiri. Sebaiknya Anda berdoa agar suami Anda bertobat, karena ia membutuhkan Juru Selamat. Jiwanya patut dikasihani dan apabila Ia bertobat, nama Tuhan yang dimuliakan. Itu yang terutama! Kalau Anda berdoa bagi anak-anak supaya mereka bertobat, apa motivasi Anda? Supaya mereka menjadi anak-anak yang baik dan menjadi kebanggaan keluarga Anda? Doa ini egois. Anda tidak sungguh-sungguh mengasihi jiwanya. Jiwanya sedang terhilang dan perlu diselamatkan. Menangislah untuk itu!
Renungan:
Anda luruskan terlebih dahulu motivasi Anda dalam berdoa, supaya doa syafaat Anda menjadi efektif. Mintalah ampun kepada Tuhan kalau selama ini doa-doa Anda sangat egois dan tidak mempedulikan kemuliaan bagi Tuhan.
Doa yang efektif adalah doa yang tidak disisipi dengan kepentingan pribadi.
No comments:
Post a Comment