Ayat Bacaan : Titus 3:3-7; Yesaya 60:1-3 ”Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan [reformasi] yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:4-5).
Sekarang negeri ini ada pada zaman reformasi (katanya). Di mana-mana orang-orang mendengungkan berita reformasi. Reformasi telah mengusik kemapanan rezim-rezim sebelumnya. Reformasi juga telah mengubah paradigma [cara berpikir] banyak orang. Reformasi telah membuat orang berani untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut terintimidasi penguasa. Namun reformasi yang sedang berjalan ini telah diselewengkan, sehingga tidak seperti tujuan sebelumnya.
Apa sih sebenarnya ”reformasi” itu? ”Reformasi” artinya perubahan radikal yang bertujuan memperbaiki kehidupan. Sebenarnya siapakah penggagas pertama reformasi sejati? Roh Kudus! Dia adalah Reformator sejati dalam gereja. Gereja telah mengalami reformasi bukan hanya sekali atau dua kali tetapi terus menerus sampai Tuhan Yesus datang kembali yang kedua kali. Tetapi reformasi itu sebenarnya dimulai dari diri kita. Dan Roh Kudus akan mereformasi kehidupan kita terlebih dahulu sebelum kita bisa membawa berita reformasi kepada orang lain. Pertama kali Roh Kudus mereformasi kehidupan kita adalah saat kita percaya kepada Yesus. Dia menyingkirkan dosa-dosa kita dan memperbaharui hati kita menjadi baru.
Berhenti sampai di sini? Tidak! Sebab Dia terus melakukan ”pembaharuan” dalam kehidupan kita. Dia tidak akan pernah berhenti mengadakan pembaharuan bila Yesus belum datang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu jangan pernah berkata ”cukup”, sebab di dalam diri kita masih banyak yang perlu direformasi. Kedagingan kita perlu direformasi secepat mungkin bila tidak maka akan menjadi penghalang besar bagi maksud Allah dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma berkata, ”Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Roma 8:13).
Oleh sebab itu izinkan Roh Kudus mereformasi daging Anda. Pikiran kita juga harus direfromasi. Mengapa pikiran kita harus direformasi? Sebab bila pikiran kita tidak direformasi maka kita tidak bisa ”membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Pikiran kita harus direformasi sesuai dengan pikiran Kristus. Jangan bertahan dengan pikiran lama melainkan ”berubahlah oleh pembaharuan budimu.”
Renungan: Jangan pernah menggembar-gemborkan reformasi rohani kepada orang bila diri kita belum direformasi oleh Roh Kudus. Sebab salah satu tujuan dari reformasi adalah kebangunan rohani. Reformasi sejati terjadi bila bersama Reformator sejati pula.
No comments:
Post a Comment