Ayat bacaan : Ibrani 11:13-16; Kejadian 3:23, 24 “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini” (Ibrani 11:13).
Tidak ada tempat yang seindah di rumah sendiri! Anda pasti setuju dengan kalimat ini. Meskipun mungkin rumah Anda sendiri itu sederhana, tetapi rumah teman yang megah masih tidak senyaman di rumah sendiri. Dan Anda pasti pernah mengalami hal ini, ketika suatu hari Anda harus tinggal di rumah teman atau orang lain. Adam dan Hawa juga merasakan dukacita yang dalam saat mereka diusir Allah dari taman Eden – rumah mereka. Begitu juga dengan anak bungsu yang memaksa meninggalkan rumahnya, yang ternyata rumahnya itu sungguh nyaman dan suatu hari ia merindukannya dan ia ingin pulang, meskipun untuk itu ia rela menjadi hamba bapanya (Lukas 15:11-32).
Saya mau sampaikan kepada Anda bahwa kita semua mempunyai rumah yang Yesus sudah sediakan. Dia berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14:2). Inilah rumah Anda yang sesungguhnya! Kita sebenarnya di sini sebagai orang asing. Kita cuma pelancong selama kita hidup di bumi ini. Sebab kita bukan dari dunia ini dan kita bukan milik dunia ini. Kalau Anda milik dunia ini, Anda akan merasa betah tinggal dalam segala gemerlapnya dunia ini.
Tetapi bukan berarti Anda harus bosan tinggal di dunia ini lalu segera mencari usaha untuk mati cepat! Tidak! Ini sih orang yang mudah putus asa. Kalau Anda diizinkan hidup lebih lama di sini berarti itulah kesempatan Anda untuk melakukan kehendak Allah. Allah sendiri masih bekerja hingga kini, sebab keselamatan-Nya masih belum diberitakan hingga ke ujung bumi. Anda adalah alat-Nya untuk menyampaikan berita itu. Kita merasa kegerahan dengan segala apa yang terjadi di bumi ini, sebab kita merindukan tempat dan rumah kita yang sesungguhnya, yaitu di surga yang kekal. Di sana Anda akan tinggal dengan tenteram dan bahagia selama-lamanya.
Renungan: Kita bukan berasal dari bumi ini. Ingatlah hal ini supaya Anda tidak melakukan hal-hal yang bodoh, sebab banyak orang Kristen yang fokus hidupnya hanyalah untuk menyenangkan diri sendiri saja. Surga adalah rumah idaman orang benar.
No comments:
Post a Comment