Ayat bacaan : Ibrani 11:17-19; Kejadian 22:13 “Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal” (Ibrani 11:17).
Masa yang paling berat bagi Abraham ketika ia harus memberikan Ishak, anaknya itu. Mungkin bagi dia memberikan seluruh kekayaannya masih lebih baik daripada harus memberikan anaknya itu. Atau kalau dirinya sendiri yang harus dikorbankan, mungkin juga masih lebih mendingan daripada anaknya sendiri. Apa Tuhan nggak salah? Sering kita juga melakukan praduga yang tidak beralasan sama sekali mengenai “kebijaksanaan” Allah. Teriakan ketidakpuasan tanpa kita sadari meluncur bebas dari bibir kita. Pengakuan akan kedaulatan Tuhan seakan-akan hanyalah basa-basi yang tidak berarti. Di situlah iman kita diuji. Di situlah Anda ditantang untuk mau melihat kemuliaan Allah. Setiap dari kita mempunyai yang terbaik yang kita miliki.
Bagi Abraham, Ishak adalah yang terbaik yang dimilikinya. Kalau ada orang yang mencoba mengusiknya ia akan melawan siapa pun orangnya itu. Tetapi menghadapi permintaan Allah yang justru Pemberi Ishak itu, ia bergumul dalam perjuangan yang berat. Logikanya berjalan. Naluri kemanusiaannya berjalan. Dilihat dari sudut manapun adalah hal yang tidak masuk akal bila Ishak harus dikorbankan. Tetapi ia mulai mengenakan kacamata iman. Dari situlah ia melihat ke depan. Ia teringat akan janji Allah bahwa dia akan dijadikan bapa bagi segala bangsa. Meskipun Ishak harus dikorbankan, ia tetap yakin bahwa Allah pasti menggenapi janji-Nya. Bisa saja Allah membangkitkan Ishak atau kalau toh tidak demikian Ia akan melakukan perbuatan ajaib lainnya.
Saudara, iman itu memandang ke depan. Iman itu percaya akan hari ini. Dan iman itu rela mengorbankan yang terbaik untuk meraih janji Allah. Iman itu tidak tergantung oleh keadaan dan situasi, sebab Allah bekerja tidak berdasarkan situasi yang terjadi. Kalau Anda berjalan di dalam iman sebagaimana Abraham, Anda akan melihat kegenapan janji Allah dalam hidup Anda. Meskipun Allah bisa saja meminta lebih dahulu yang terbaik yang Anda miliki untuk dipersembahkan kepada-Nya. Tetapi iman akan sanggup melihat bahwa segala tindakan Allah itu pastilah untuk kebaikan kita, dan terbukti Allah menggantikan Ishak dengan domba jantan yang tersangkut di semak belukar (Kejadian 22:13).
Renungan: Apa yang terbaik yang Anda miliki? Bersiaplah untuk siap sedia jika suatu saat Allah meminta Anda menyerahkan yang terbaik itu, supaya terjadi pendobrakan iman dalam hidup Anda. Iman itu percaya bahwa Allah itu bertindak tepat waktu.
No comments:
Post a Comment