Wednesday, December 23, 2015

Malapetaka Bagi Si Kaya

Ayat Bacaan : Yakobus 5:1-6; Pengkhotbah 5:12 “Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir” (Yakobus 5:3).

Yakobus tidaklah anti orang kaya. Meskipun nadanya keras, namun perkataannya itu ditujukan kepada orang-orang kaya tertentu. Orang-orang kaya yang dikecam oleh Yakobus adalah mereka yang: mengumpulkan harta pada hari-hari terakhir (ayat 3); menahan upah buruh (ayat 4); berfoya-foya dan mengumbar hawa nafsu (ayat 5); dan menggunakan kekayaannya untuk menindas dan membunuh orang lemah (ayat 6).

Saya tahu bahwa banyak pula orang kaya yang dipakai Allah. Kekayaannya digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Tetapi tidak sedikit pula orang-orang kaya yang akan menjadi penghuni kerajaan gelap.

Orang kaya mempunyai peluang yang bisa jadi lebih besar daripada orang miskin untuk berbuat dosa. Sebab dengan uang, manusia bisa melakukan apa saja, termasuk “mengubah” hukum suatu negara. Anda tidak percaya? Jangan jauh-jauh, lihat saja praktek-praktek hukum yang jelas-jelas menunjukkan kekuataan orang kaya. Ada bandar narkoba dihukum beberapa bulan, tetapi maling ayam bisa diganjar satu tahun lebih. Maaf, bukan maksud menghakimi, tetapi saya cuma menyajikan fakta yang tidak dapat kita ingkari dan tutupi.

Uang dapat mengubah karakter seseorang. Uang mempunyai kekuatan yang ampuh bila manusia tidak dapat mengendalikannya. Uang dapat menghancurkan hidup seseorang.

Uang di tangan orang bijak akan menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi di tangan orang bodoh, uang dapat membunuh diri sendiri dan menghancurkan hidup orang lain, seperti kata Salomo, “Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri” (Pengkhotbah 5:12). 

Apabila Anda dikaruniai kekayaan, pikirkanlah supaya kekayaan Anda itu berguna. Ingatlah bahwa kekayaan Anda itu adalah titipan Tuhan. Kalau suatu hari Tuhan mengambil milik-Nya itu, Anda tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi kekayaan adalah kesempatan Anda untuk mempermuliakan Kristus. 

Renungan: Ada orang yang hidupnya bahagia karena mampu menggunakan hartanya dengan bijak, tetapi ada juga yang hancur karena harta pula. Kalau Anda kaya, mintalah Allah untuk memperkaya hati Anda juga dengan kebajikan. Kekayaan harta tanpa hati yang kaya akan membawa malapetaka.

No comments:

Post a Comment