Ayat Bacaan : 1 Petrus 4:12-14; Yesaya 48:10 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu” (1 Petrus 4:12).
Ada 3 sebab mengapa kita menderita:
Pertama, kita menderita karena berbuat salah. Pada ayat sebelumnya Petrus berkata, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat” (1 Petrus 3:17). Jelas sekali apabila Anda mencuri lalu digebukin, maka Anda akan mendapatkan penderitaan (1 Petrus 4:15). Saya pikir contoh ini begitu mudah kita pahami.
Kedua, kita menderita karena berbuat benar. Seperti pada 1 Petrus 3:17 di atas, perbuatan baik dapat menyebabkan seseorang menderita. Contohnya Yusuf. Saat ia diajak berhubungan badan dengan istri Potifar, Yusuf dengan tegas menolak (Kejadian 39:12). Apakah dengan melakukan kebenaran ini tidak ada reaksi yang bakal dia terima? Oh tidak! Sebab istri Potifar yang terlanjur malu sebab keinginannya ditolak mentah-mentah oleh Yusuf melaporkan hal-hal yang tidak benar kepada suaminya. Tak ayal lagi Yusuf harus menerima perlakuan tidak adil. Ia dijebloskan ke dalam penjara. Sebuah penderitaan sebagai akibat dari perbuatan benarnya. Contoh lainnya adalah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Menolak menyembah patung buatan Nebukadnezar itu sudah benar, namun toh ia harus menderita dengan dilemparkannya ke dalam perapian. Tetapi Allah melepaskan mereka (Daniel 3).
Ketiga, kita menderita karena sebab yang tidak kita ketahui. Kalau Anda sering menganalisa musibah yang menimpa Anda lalu Anda tidak menemukan penyebabnya, maka itu berarti Anda sedang mengalami penderitaan tanpa ada sebabnya. Seperti Ayub yang tidak mengerti mengapa musibah menimpa dirinya? Sebenarnya Allah mengizinkan kita menerima penderitaan sebagai alat bagi Allah untuk menjadikan kita lebih dewasa di dalam Dia. Bahkan Alkitab berkata bahwa Allah menguji kita di dalam dapur api kesengsaraan (Yesaya 48:10). Kalau memang Tuhan izinkan kita melewati penderitaan, itu berarti kita tidak dapat menghindarinya. Sia-sia juga Anda berdoa, “Tuhan bebaskan aku dari penderitaan ini.” Yang bisa Anda ucapkan kepada Tuhan adalah, “Tuhan, berikan aku kekuatan melewati penderitaan ini dan sertai Aku, seperti janji-Mu.”
Renungan: Kalau Anda menderita, janganlah heran. Cobalah Anda teliti kembali penyebab dari penderitaan Anda. Kalau itu karena kesalahan, bertobatlah dan Tuhan segera akan memulihkan Anda. Apabila karena kebenaran dan sebab yang tidak Anda ketahui, bersukacitalah sebab Tuhan berjanji menyertai Anda. Tidak ada alat yang paling ampuh untuk mendewasakan seseorang di dalam Tuhan kecuali melalui penderitaan.
No comments:
Post a Comment