Saturday, January 30, 2016

Berdoa Dengan Sukacita

Ayat Bacaan : Filipi 1: 4 “Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.” 

ditengah situasi dan kondisi yang secara manusia sangat memprihatinkan. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Rasul Paulus dan Silas ditempatkan di ruang sel tahanan yang paling tengah dengan kaki terbelenggu dalam pasungan yang kuat. Ditambah lagi dengan penjagaan yang super ketat. Nonsen untuk bisa meloloskan diri/kabur dari penjara. 

Ternyata Rasul Paulus tidak larut dalam penderitaan yang memilukan itu. Meskipun dirinya berada di Penjara, namun ia masih tetap memelihara keitimannya dengan Tuhan. Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan didengarkan oleh para nara pidana lain. 

Sebenarnya secara fisik sakit, jiwanya tertekan. Namum rohnya tetap menyala-nyala sehingga mereka berdoa di saat orang lain terlelap. Puji-pujian dinaikkan ke hadirat Allah, Paulus dan Silas tidak mengumpat dan menyalahkan Allah. Juga tidak menuduh bahwa Allah sengaja membiarkan dirinya dalam kesulitan. Tidak juga mengatakan bahwa Allah tidak mempedulikan. 

Puji-pujian dan doa yang dipanjatkan begitu nyaring memecah keheningan malam. Sebab ia tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi barang siapa yang mengasihi Dia.sebagaimana dia katakan dalam Roma 8: 28. Doa yang dipanjatkan, mereka lakukan dengan sukacita. Bukan karena dorongan orang lain lalu berdoa. Bukan pula karena diminta untuk mendoakan. Berdoa sudah menjadi gaya hidupnya. Sehingga dalam keadaan apapun, Paulus berdoa. 

Akibat dari doanya sungguh luar biasa mukjizat terjadi. Gempa menghancurkan komplek penjara. Bukan itu saja lewat peristiwa ini kepala penjara dan keluarganya terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Amazing . Haleluya !

No comments:

Post a Comment