Ayat Bacaan : Galatia 5: 22-23 "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Masih ingatkah kisah tentang pohon ara yang dikutuk Tuhan Yesus ? Konon ketika Tuhan Yesus menemukan pohan ara tersebut dan setelah diamati secara seksama oleh Tuhan . Rupanya tidak ditemukan buah sama sekali. Yang ada hanyalah daun-daun yang subur namun sama sekali tidak ada buahnya. Maka dari itu Yesus kemudian mengutuk pohon ara sehingga mati.
Tuhan berharap ada hasil dari apa yang diciptakan. Ada manfaat dari apa yang Dia perbuat. Apabila ditarik ke belakang pada masa penciptaan langit dan bumi dengan segala isinya. Setiap kali Tuhan selesai menciptakan, selalu diperhatikan dan dikomentari bahwa “semuanya baik”.
Apa yang Tuhan harapkan dari pohon ara, ya pasti buah ara. Tetapi yang diinginkan nihil. Tuhan ingin sebagaimana dicatat oleh Yohanes, perumpamaan tentang Pengusaha, pokok anggur dan ranting-ranting. Terlihat dengan jelas bahwa Tuhan menghendaki bukan sekedar berbuah, melainkan berbuah berlipat-lipat (lebih banyak berbuah). Itulah sebabnya ada upaya untuk membersihkan ranting-ranting yang tidak produktif dipangkas, supaya ranting yang potensial lebih banyak berbuah.
Roh Kudus yang ada dalam hidup orang percaya, bukannya tidak bertujuan. Ada maksud Tuhan dibalik itu, agar menghasilkan buah . Salah satunya adalah sukacita. Orang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus akan mengalami sukacita. Apabila orang disekitar melihat saudara apakah didapati bahwa saudara bersukacita ? Sukacita buah Roh tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi.
Apapun yang terjadi dengan Roh Kudus akan membuahkan sukacita terpancar dalam hidupnya. Mengapa banyak orang percaya tidak bisa mengalami sukacita ? Apakah saudara hidup dalam persekutuan Roh Kudus ? Mulailah membangun intimasi dengan Roh Kudus niscaya saudara mengalami sukacita.
No comments:
Post a Comment