Thursday, March 31, 2016

Jangan Membawa Ambisi Pribadi

Ayat Bacaan : 3 Yohanes 1:9, 10; Bilangan 16:28-32 “Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami” (1 Yohanes 1:9).

Tidak semua pelayan Tuhan mempunyai hati yang tulus. Sejak gereja mula-mula didirikan selalu saja ada orang-orang yang membawa visinya sendiri-sendiri. Yohanes menghadapi persoalan yang sama ketika ia harus berhadapan dengan seorang pejabat gereja (setidak-tidaknya seorang diaken) yang bernama Diotrefes. Siapakah dia? Tidak ada referensi lengkap mengenai dia, namun perbuatannya nyata bahwa dia adalah salah satu pelayan Tuhan namun membawa ambisi pribadi. Tingkah lakunya menjadi batu sandungan bagi banyak orang. Yohanes menentang perbuatan orang semacam ini.

Kalau Anda ingin tahu ada pejabat yang bertengkar, berkelahi, dan saling menjatuhkan, itu ada di gereja. Bukan hal yang aneh bila ada pejabat gereja yang bertengkar dan tidak mau saling mengalah. Kalau ada pelayan Tuhan seperti ini, apalagi jemaatnya. 

Pada zaman Musa pun kita melihat ada orang-orang yang mempunyai ambisi pribadi dan ia berusaha untuk menggulingkan Musa dari puncak pimpinan bangsa Israel. Siapakah dia? Korah, saudara sepupu Musa dan Harun (Bilangan 16). Korah tersandung dalam dosa iri hati. Ia merasa bahwa dirinya mampu untuk memimpin bangsa Israel, dan pemilihan Musa dan Harun oleh Tuhan menimbulkan cemburu. Anda lihat, kalau dalam gereja Tuhan ada iri hati dan cemburu maka bisa dipastikan tak lama kemudian akan timbul hasutan, lalu pemberontakan.

Sampai saat ini gereja Tuhan masih dipenuhi dengan orang-orang yang membawa ambisinya sendiri-sendiri. Tuhan membenci berbagai praktek manipulasi dan kolusi di dalam gereja-Nya. Tuhan Yesus sendiri pernah murka ketika melihat orang-orang yang berjualan dalam Bait Allah. Apakah Tuhan mendiamkan saja penyelewengan-penyelewengan yang terjadi dalam gereja Tuhan? Tidak! Dia akan datang sebagai Hakim dan itu akan dilakukan pada rumah Tuhan terlebih dahulu. Inilah yang dikatakan firman Tuhan, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah” (1 Petrus 4:17)?

Renungan: Marilah kita punya prinsip: mempermuliakan Tuhan dalam posisi kita masing-masing. Jangan membawa ambisi pribadi, sebab Allah sendiri yang akan berurusan dengan Anda.  Muliakanlah Tuhan dalam posisi kita masing-masing.

No comments:

Post a Comment