Friday, March 25, 2016

Kasih dan Kebenaran

Ayat Bacaan : 2 Yohanes 1:1-3; Yosua 1:8 “Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang  benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu,  tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan  menyertai kita sampai selama-lamanya” (2 Yohanes 1:1,2).

Kasih Allah yang dilimpahkan atas hidup kita menjadikan kita mengerti kebenaran, dan selanjutnya kebenaran yang ada di dalam diri kita membangkitkan kasih kita kepada Allah dan sesama.

Karenannya kebenaran harus tinggal tetap di dalam diri setiap orang  percaya, supaya kasih Allah dapat mengalir terus-menerus dan tidak menjadi dingin, sebab di akhir jaman dinubuatkan bahwa kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (Matius 24:12). 

Kasih itu tidak berdiri sendiri dan tidak muncul dengan sendirinya. Kasih yang ada di dalam diri jemaat Tuhan mengalir dari Allah, dan harus dibangun dengan kebenaran. Mengapa harus dibangun dengan kebenaran? Supaya orang tidak salah mengerti tentang kasih dan tidak menyalahartikan kasih, sehingga kasih tidak kehilangan kredibilitasnya.  Sebab kebenaran itu adalah sebuah media untuk membangun kasih. Orang yang mencuri, yang membunuh,  memang harus diampuni dan diperlakukan dengan kasih, tetapi bila itu dilakukan berulang-ulang maka disiplin harus tetap diberikan, sebab firman Tuhan menegaskan: Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7).

Kasih dan kebenaran merupakan satu kesatuan, artinya tidak ada kasih tanpa kebenaran dan tidak ada kebenaran tanpa kasih,- dan kebenaran itu menyatakan kasihilah Tuhan Allah dan sesama, sebagaimana Tuhan Yesus mengajarkannya kepada orang percaya. Karenanya dikatakan: orang yang mengenal kebenaran pasti dapat mengasihi Allah dan sesamanya. Ini adalah pakaian yang harus dikenakan oleh setiap orang percaya yang harus terus menerus dipakai dan terus menerus dibaharui, sehingga dari hari ke hari pakaian itu semakin bertambah indah.

Bagaimana supaya tetap di dalam kebenaran? Renungkanlah firman Tuhan siang dan malam, dan jangan lupa memperkatakan dan melakukan firman Tuhan sepanjang hari, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8).

Tuhan Yesus juga pernah berkata: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu  akan menerimanya (Yohanes 15:7). Kata-kata “tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku di dalam kamu” menunjukkan dengan jelas tentang hidup di dalam kebenaran, yang pada akhirnya kebenaran itu akan menggiring kita kepada kemenangan. 

Renungan: Kasih  yang didasarkan kepada kebenaran akan menuntun kita untuk melakukan kasih yang  benar, dan menjadikan hidup kita dipenuhi kasih Allah. Kasih tanpa kebenaran adalah sebuah kepura-puraan.

No comments:

Post a Comment