Sunday, March 27, 2016

Tinggal Dalam Ajaran Kristus

Ayat Bacaan : 2 Yohanes 1:7-11; Amsal 13:13 “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak” (2 Yohanes 1:9).

Entah ada berapa juta ajaran di muka bumi ini. Dari yang kuno sampai yang modern semuanya ada. Dan dunia semakin lama juga semakin menggemari ajaran yang modern dan cenderung  nyaman. Bagaimana dengan ajaran anak seorang tukang kayu dari Nazaret?

Yesus hidup kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Apakah ajarannya sudah ketinggalan pada zaman ini? Apakah pamor-Nya sudah memudar? Sama sekali tidak! Bahkan kita melihat grafik pertumbuhan jumlah pengikut Kristus yang mencengangkan. Bahkan ajaran Kristus itu menentukan nasib hidup manusia: tinggal dalam hadirat Tuhan ataukah tinggal dalam penghukuman Allah?

Menjadi orang Kristen itu tidak cukup bila orang itu tidak memegang perkataan Tuhan dan tinggal di dalamnya. Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan mengenai “dua macam dasar” (Lukas 6:46-49). Dua orang yang membangun rumahnya ini mendirikannya di atas dua pondasi yang berbeda. Yang pertama mendirikannya di atas batu, dan satunya di atas tanah tanpa dasar. Lalu datanglah banjir dan melanda kedua rumah tersebut. Yang berdiri di atas batu tetap tegak berdiri, namun yang berdiri di atas tanah hancur berantakan. Orang yang mendirikan rumahnya di atas batu berbicara mengenai orang yang mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya. Sedangkan orang satunya adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya. Perhatikan bahwa keduanya sama-sama mendengarkan firman Tuhan, tetapi respons selanjutnya berbeda.

Ini adalah risiko yang bakal diterima mereka yang tidak melakukan firman Tuhan. Risiko lainnya disebutkan oleh Yohanes. Mereka yang tidak tinggal dalam ajaran Kristus, tidak memiliki Bapa maupun Anak. Dan Anda pasti tahu risiko apa yang bakal diterima mereka yang tidak memiliki Bapa maupun Anak: kebinasaan kekal.

Jadi yang terpenting dari kekristenan itu adalah tinggal dalam ajaran Kristus. Setiap hari Anda bisa datang ke gereja, tetapi belum tentu Anda akan tinggal dalam ajaran itu. Kalau Anda mau hidup Anda berhasil, tinggallah dalam ajaran Kristus.

Renungan: Menjadi orang Kristen saja tidak cukup, kecuali Anda tinggal dalam ajaran Kristus. Sebab kalau tidak, Anda tidak memiliki Bapa maupun Anak. Tuhan Yesus akan memberikan kekuatan kepada Anda supaya Anda dapat tinggal di dalam ajaran Kristus. Siapa tinggal dalam ajaran Kristus akan menuai kesuksesan.

No comments:

Post a Comment