Monday, March 28, 2016

Hidup Benar Mengundang Sukacita

Ayat Bacaan : 2 Yohanes 1:12, 13; Mazmur 97:11 “Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita” (2 Yohanes 1:12).

Menurut Anda dimanakah kita dapat menemukan sumber sukacita? Mungkin Anda menjawab: uang, harta, rumah besar, pelesir ke luar negeri, atau gaji naik. Semuanya itu hanyalah mendatangkan sukacita yang bersifat sementara. Tetapi Alkitab berkata, “Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati” (Mazmur 97:11).

Hanya orang-orang yang tulus hati mendapatkan sukacita abadi. Menurut kamus Vine’s Expository, kata “yashar” yang diterjemahkan benar muncul pertama kali dalam idiom “benar di mata-Nya” dalam Keluaran 15:26. Kata ini juga dipakai dalam idiom “melakukan apa yang benar” dalam 1 Raja-raja 15:5. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa mereka yang mendapatkan sukacita adalah mereka yang mempunyai hati tulus atau benar di mata Allah, sebab ia melakukan apa yang benar.

Kebenaran yang kita dapatkan bukanlah hasil usaha kita, melainkan melalui korban Kristus di kayu salib. Tuhan Yesus telah membenarkan kita melalui penyaliban-Nya, yaitu bagi kita yang menerimanya. Tetapi jangan lupa bahwa adalah usaha kita juga untuk tetap tinggal di dalam kasih karunia Allah. Dunia setiap hari mengajak kita untuk mengikuti caranya. Berhasil? Ya, sebagian dari saudara kita tidak lagi mau tinggal di dalam kasih karunia Allah. Karena itulah mengapa banyak sukacita hilang dari gereja Tuhan. Bukan saja karena mereka telah kehilangan persekutuan dengan Allah tetapi juga keterlibatannya dalam perkara-perkara najis semakin membawa mereka terseret jauh dari sukacita Allah.

Sukacita Allah tidak dapat dibeli dengan uang dan tidak dapat juga dinilai dengan harta duniawi. Anak-anak Tuhan yang hidup benar dan melakukan yang benar akan meraih sukacita yang sebenarnya. Meskipun Yohanes berada dalam penjara dan ia mengalami kesengsaraan secara fisik, namun hatinya melimpah dengan sukacita Allah. Dan iblis tidak dapat mencuri sukacita ini.

Renungan: Dunia menawarkan sukacita kepada Anda, tetapi percayalah bahwa tidak ada satu pun yang dapat memberikan sukacita kekal kepada Anda. Untuk sementara Anda akan dibuatnya tertawa tetapi untuk berikutnya Anda akan dibuat menderita. Karena itu hiduplah benar dan lakukan apa yang benar di mata Allah, dan Tuhan pasti mengaruniakan sukacita yang melimpah kepada Anda. Sukacita dari Allah tidak ada yang palsu.

No comments:

Post a Comment