Ayat Bacaan : Wahyu 2:12-14; Mazmur 37:3 "Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau......" (Wahyu 2:14).
Anda setuju kalau saya berkata bahwa uang senilai 999.999.999 rupiah belumlah satu milyar, meskipun kekurangannya cuma satu rupiah. Begitu juga dengan beras 999 gram belumlah satu kg.
Dalam kekristenan, Yesus sudah menyempurnakan semuanya, termasuk keselamatan dan pendamaian kita dengan Allah. Tidak ada yang lebih sempurna daripada karya keselamatan Tuhan kita. Untuk menerima keselamatan itu kita tidak usah berjuang, bersusah payah, ataupun bergelut dengan keringat. Tetapi janganlah salah sangka sebab Anda masih bertanggung jawab terhadap keselamatan dan perintah Allah.
Kadang tanpa sadar kita menjadi manusia yang tidak lagi menghargai karya Yesus Kristus di kayu salib. Kita begitu mudah tergoda dan tidak mau lagi hidup di dalam kebenaran. Salib tidak lagi menjadi sesuatu yang sakral. Akhirnya muncullah keberatan-keberatan dari Allah kepada kita. Terlalu banyaknya kompromi dalam hidup menyebabkan Allah mempunyai banyak keberatan.
Jemaat di Pergamus adalah contohnya. Sebenarnya jemaat ini mempunyai kesaksian yang baik. Sebab disebutkan bahwa mereka berpegang pada nama Tuhan dan tidak menyangkali imannya. Tetapi mereka menganut ajaran Bileam dan pengikut Nikolaus. Inilah keberatan yang dikemukakan oleh Allah.
Kalau Anda mengira bahwa melirik dan bermain mata pria atau wanita lain, padahal Anda sudah beristri / bersuami, maka ini merupakan kandidat kuat bagi Allah untuk menyatakan keberatan-Nya. Justru hal-hal yang remeh itulah yang kerap menjadi senjata utama kita untuk membenarkan diri sendiri. Padahal pada sisi lain itu bisa jadi merupakan alasan bagi Allah untuk menyatakan keberatannya.
Apakah itu berarti kita harus menjadi sempurna untuk masuk surga? Oh itu kata yang paling menakutkan dari seluruh kata yang ada di muka bumi ini. Kalau benar demikian keadaannya. Maka tidak ada satu pun manusia yang diselamatkan. Sekali lagi keselamatan itu karena anugerah Allah. Tetapi hasil dari pertobatan pastilah buah kebenaran.
Renungan: Penghakiman pasti tiba dan pertanyaannya: apakah Allah tidak mempunyai keberatan-keberatan terhadap Anda? Apakah Anda sudah menghasilkan buah yang sesuai dengan status Anda sebagai anak Allah? Allah mempunyai keberatan bila Anda berkeberatan menjadi pelaku firman.
No comments:
Post a Comment