Ayat Bacaan : Wahyu 2:1-4; Hosea 14:2 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula” (Wahyu 2:4).
Pernahkah Anda mendengar sebuah kalimat bijak seperti ini: jika kekayaan hilang, tidak ada yang hilang; jika kesehatan hilang, sesuatu hilang; jika karakter hilang, segala sesuatu hilang. Tetapi ada satu hal lagi kehilangan yang cukup fatal: kehilangan kasih yang mula-mula.
Anda pasti tahu atau merasakan apa yang namanya ‘jatuh cinta’. Orang yang jatuh cinta biasanya bertingkah aneh dan seluruh pikirannya tercurah pada si dia. Bahkan ada seorang pujangga yang berani berkata bahwa orang yang jatuh cinta menganggap tahi kucing (maaf!) adalah cokelat (sang pujangga pasti belum pernah mencicipi yang namanya ‘tahi kucing’). Tetapi itulah gambaran yang tepat kepada seorang yang sedang jatuh cinta. Semuanya serba indah dan menyenangkan, meskipun kadang nalar tidak jalan lagi.
Dan Anda tentunya tahu juga bagaimana rasanya jatuh cinta kepada Tuhan. Tidak ada kata lain yang kita ucapkan kecuali: Allah itu luar biasa. Seluruh energi Anda sepertinya dicurahkan untuk mengasihi-Nya. Yang ada di benak Anda adalah bagaimana caranya menyenangkan hati Tuhan dan hidup selalu berkenan kepada-Nya. Bahkan mungkin saat itu berbohong sedikit saja Anda sudah menangis meraung-raung memohon pengampunan Allah.
Lalu bagaimana dengan kini? Kita akui bahwa saat ini kita seperti kerupuk yang melempem. Api yang dulunya membara kini tinggal setitik saja yang hampir redup. Tidak ada gairah membaca Alkitab. Malas berdoa. Enggan bersaksi. Dan apa saja yang berkaitan dengan rohani sudah tidak ada gaya tariknya lagi. Ini jelas-jelas gejala orang yang kehilangan kasih mula-mula. Setidak-tidaknya orang Kristen seperti ini sedang ‘sakit’. Tuhan akan mengambil kaki dian dari mereka yang kehilangan kasih yang mula-mula. Mereka akan kembali tinggal dalam kegelapan dan tidak ada cahaya lagi yang menerangi hidupnya.
Renungan: Marilah kia interopeksi diri sendiri. Allah tidak peduli dengan padatnya jadwal pelayanan Anda. Dia mau melihat apakah kasih Anda masih membara kepada-Nya? Apakah Anda tidak kehilangan kasih yang mula-mula? Kasih terhadap Tuhan dan juga sesama? Kalau ya, Tuhan dapat mengambil kaki dian Anda. Karena itu bertobatlah dan kembalilah kepada kasih yang mula-mula. Kehilangan kasih mula-mula berarti kehilangan segala-galanya.
No comments:
Post a Comment