Monday, April 18, 2016

Lakukanlah Seperti Semula

Ayat Bacaan : Wahyu 2:5-7; Amsal 17:22 "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan....." (Wahyu 2:5).

Setiap orang pasti tahu betapa beratnya hukuman yang dijatuhkan bagi para pengedar narkoba, namun demikian orang tidak jerah juga. Bahkan dari sekedar pemakai mereka akhirnya beralih ke tingkatan yang lebih berat lagi: pengedar! Cermati saja berita-berita di televisi, maka Anda akan tahu bahwa mereka yang tertangkap biasanya para pemain lama.
Tuhan berhadapan dengan manusia bebal, dan itu sudah dibuktikan ketika Ia memimpin bangsa Israel keluar dari mesir. Dan sampai kini manusia bebal masih banyak ditemukan. Salah satunya adalah jemaat di Efesus. Mungkinkah jemaat yang dikenal dengan jerih payahnya dan ketekunan mendapatkan sebutan sebagai jemaat yang bebal (ayat 2)? Jelas tidak! Namun masalahnya mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Ini berarti tidak ada lagi atmosfir kasih dalam jemaat itu. Api cinta kepada Allah tidak lagi berkobar. Bagaimana mereka dapat berkata seperti Yesus, "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku"(Yohanes 2:17), jika api cinta mereka meredup?

Di dalam kasih yang redup tidak akan ditemukan lagi semangat untuk hidup di dalam kebenaran. Dan akhirnya banyak orang Kristen yang jatuh bangun di dalam dosa. Berpetualang dari dosa yang satu ke dosa lainnya. Ini persis dengan pengalaman bangsa Israel yang terus menerus mendukakan hati Allah.

Apabila Anda merasa kehidupan kekristenanmu terasa beres, bisa jadi justru ada sesuatu yang tidak beres. Anda menyangka bahwa dengan beribadah sekali atau bahkan lebih dari dua kali seminggu serta rajin memberikan persepuluhan, maka semuanya akan beres? Belum tentu! Kalau semangat kasih Anda mulai memudar, Anda dianggap jatuh. Sebab bila Anda meninggalkan kasih yang mula-mula, maka Tuhan akan menganggap Anda bersalah, sebab Anda tidak lagi melakukan pekerjaan yang semula Anda lakukan. Dahulu Anda rajin bersaksi. Dahulu Anda rajin berdoa. Dahulu Anda rajin menolong orang miskin. Dahulu Anda rajin melayani. Tetapi itu dahulu, lalu bagaimana dengan kini? Tuhan mau Anda kembali kepada perbuatan Anda yang dahulu saat kasih Anda masih berkobar.

Ada ayat yang berkata seperti ini, "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Amsal 17:22). Saya memandang ayat ini bukan sekedar mengenai semangat hidup saja, tetapi juga semangat dalam kasih kita kepada Allah. Marilah kita kembalikan semua yang pernah Anda lakukan. Kembalilah kepada kasih mula-mula dan lakukan apa yang pernah Anda lakukan.

Renungan: Jangan anggap remeh bila Anda merasa kehilangan kasih yang mula-mula. Sebab apapun yang Anda lakukan kini adalah pekerjaan yang setengah-tengah. Tuhan tidak mau Anda memberikan dengan setengah-setengah. Meninggalkan kasih mula-mula adalah kesalahan besar.

No comments:

Post a Comment