Ayat Bacaan : Ulangan 32:48-52; Roma 15:4
“Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel”
(Ulangan 32:52).
Apa arti suatu kesalahan? Mungkin kesalahan kecil tidak berarti apa-apa, atau katakanlah bisa diabaikan. Hanya saja ada beberapa kasus di mana kesalahan itu yang menurut kita kecil, tetapi dampaknya hebat. Contoh saja kasus Musa. Kesalahan apakah yang diperbuatnya sehingga Allah tidak izinkan dia dan Harun memasuki tanah Kanaan?
Untuk memahami hal ini kita harus kembali kepada kisah itu di dalam Bilangan 20:2-13. Perhatikan dan bacalah dengan teliti cerita ini. Dan ada 4 kesalahan atau dosa yang dilakukan oleh Musa dan Harun:
Pertama, ketidaktaatan. Saat orang Israel bersungut-sungut karena tidak ada air, Tuhan memberikan perintah kepada Musa untuk BERKATA kepada bukit batu itu dan air akan memancar keluar (ay. 8). Tetapi Musa tidak berkata, melainkan memukulnya sampai dua kali. Ketidaktaatan selalu mengundang bencana dan malapetaka. Misalnya Nadab dan Abihu (Imamat 10:1-2). Saul juga hidup dalam ketidaktataatan, karena itu dia ditolak menjadi raja.
Kedua, kemarahan. Dalam kadar tertentu kemarahan dapat dibenarkan. Tetapi kemarahan yang meletup dari nafsu daging dapat menimbulkan masalah. Musa memang disebutkan sebagai seorang yang sangat lembut hatinya (Bilangan 12:3), tetapi pada beberapa kasus dia tidak dapat menahan emosinya. Kemarahannya menjadi tidak terkendali ketika berhadapan dengan orang Israel yang memberontak itu.
Ketiga, membanggakan diri. Secara tidak sadar Musa menganggap dirinya manusia super yang mampu melakukan segala perbuatan mujizat. Mungkin karena dia sudah terbiasa hidup di dalam mujizat Allah, maka dengan lancar saja ia berkata bahwa “….KAMI harus mengeluarkan air….” (ay. 10). Seharusnya ia berkata “Tuhan yang mengeluarkan air…” Kadang arogansi yang terselubung ini masih melekat dalam diri kita. Jauhkanlah hal itu!
Keempat, menggantikan kedudukan Allah tanpa ada otorisasi. Musa memang dipilih oleh Allah untuk memimpin orang Israel, tetapi bukan berarti ia mewakili Allah secara penuh. Dalam hal ini Musa seolah-olah mewakili Allah bahwa Allah marah kepada orang Israel, dan ini dibuktikan dengan tindakannya yang emosional dengan memukul batu itu dua kali.
Renungan:
Musa memang melakukan kesalahan, tetapi Allah mengampuninya. Cukup? Tidak! Sebab Musa tidak diizinkan masuk tanah Kanaan. Semua kerinduannya untuk menginjak tanah melimpah susu dan madunya itu harus dipendam dalam-dalam.
Jika engkau mampu meredam emosimu, maka kau adalah orang yang menang.
No comments:
Post a Comment