Ayat Bacaan : 2 Samuel 6:1-23; Yudas 1:28
“Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu….. Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya”
(2 Samuel 6:7, 11).
Kita sering melihat iklan di televisi kalau kita mempunyai anak kecil yang sudah mulai berjalan dan memegang sesuatu dan memasukkan suatu benda atau bahkan memegang ke lobang-lobang yang ada di tembok, maka sang ibupun kuatir jangan-jangan yang dimasukkan atau yang dipegang adalah stacker listrik yang mereka dapat jangkau, kalau itu terjadi sang ibu akan berteriak sekeras mungkin: “AWAS! Jangan dipegang!” Si anak tentunya akan terkejut dan akan membatalkan niatnya memegang listrik yang bertegangan tinggi.
Apa yang terjadi pada Uza? Kenapa ia mati? Apakah dia seperti tersengat listrik bertegangan tinggi sampai dia mati? Alkitab berkata, “Dalam perjalanan Daud membawa tabut Tuhan dari Baale-Yehuda, tabut Tuhan dibawa dengan kereta yang baru, dan ditengah perjalanan keretanya tergelincir dan hampir jatuh, karena Uza ada disamping kereta maka dia memegang tabut Tuhan, dan Tuhan melihat itu menjadi marah dan menyambar Uza dan matilah Uza ditempat itu juga” (2 Samuel 6:1-8). Bukan sekedar tersengat listrik, tetapi lebih dari itu sebab Uza dianggap melakukan hal yang tidak pantas dan melanggar hukum Allah.
Tabut dapat membawa berkat bagi mereka yangmenghormatinya, tetapi juga dapat menjadi kutuk bagi mereka yang tidak menghormatinya.
Sekarang ini banyak orang mempunyai pandangan yang keliru tentang berkat. Kalau bapak pendeta berkhotbah dan menawarkan siapa yang mau diberkati, pasti semua orang akan mengangkat tangannya, sebetulnya yang harus kita cari bukan berkatnya tetapi yang harus kita cari adalah si pemberi berkat yaitu: Tuhan Yesus Kristus (Matius 6:33) “maka carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkannya padamu.” Mengapa Obed-Edom diberkati luar biasa oleh Tuhan, ini tak lain karena di rumah Obed-Edom ada tabut Tuhan. Dan Obed-Edom menghargai tabut Tuhan tersebut. Tabut Tuhan adalah gambaran dari mezbah, di mana kita meletakkan semua persembahan, doa, permohonan, pengampunan, dan lain-lain. Tabut Tuhan inilah membuat keluarga Obed-Edom tiap hari menyembah dan memuliakan tabut Tuhan dengan keluarganya. Bagaimana dengan kehidupan doa anda? Sudahkah anda membangun tabut Tuhan (mezbah) secara pribadi atau dengan keluarga?
Renungan:
Yoh. 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia. Ia berbuah banyak. Sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”
Tabut Tuhan adalah kunci menuju berkat.
No comments:
Post a Comment