Ayat Bacaan : 2 Samuel 7:1-17; Roma 8:28-30
“Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau”
(2 Samuel 7:3).
Seorang gadis muda mengikuti sebuah kebaktian misionaris setempat. Saat mendengarkan kesaksian di ladang misi tersebut, ia tahu bahwa Allah memanggilnya menjadi seorang misionaris. Dia berdoa untuk itu dan membicarakannya dengan teman-temannya. Ia yakin bahwa itu adalah panggilannya. Jadi setelah lulus dari SMU, dia masuk ke sekolah Alkitab. Setelah lulus dia bersiap-siap untuk terjun ke ladang misi.
Beberapa minggu sebelum ia berangkat, musibah terjadi. Satu-satunya saudara wanitanya meninggal dunia bersama dengan suaminya dalam kecelakaan lalu lintas. Mereka meninggalkan 4 anak yang masih kecil-kecil. Karena tidak ada lagi saudara lain, maka hak asuh anak-anak itu diserahkan kepada wanita tersebut. Dia tidak mempunyai pilihan lain. Sebenarnya dia berencana menitipkan mereka ke panti asuhan supaya dia bisa pergi ke ladang misi, tetapi dalam pergumulan yang berat ia putuskan untuk membesarkan anak-anak itu sendiri. Kecewa? Pasti. Tetapi dia sudah berketatapan untuk menunda ke ladang misi.
Bertahun-tahun kemudian anak-anak itu bertumbuh dalam didikan dan ajaran Alkitab. Dan keempat anak itu akhirnya menjadi misionaris. Wanita itu sudah terlalu tua untuk menjadi misionaris, tetapi digantikan oleh keempat anak-anak saudaranya tersebut.
Saudara, kadang keinginan kita tidak sesuai dengan rencana Allah. Begitu juga dengan apa yang dialami oleh Daud. Ia mempunyai maksud baik: mendirikan rumah bagi Allah. Tetapi Allah berkata bahwa bukan Daud yang akan mendirikannya melainkan anaknya. Tuhan pasti mempunyai maksud baik.
Janganlah Anda kecewa bila cita-cita Anda yang luhur itu tidak terlaksana. Sebab Allah sedang menyatakan rencana-Nya buat Anda. Tuhan tahu yang terbaik buat Anda. Tinggallah di dalam doa supaya Anda memahami rencana Allah.
Tidak sedikit orang yang kecewa lalu melakukan hal-hal yang bodoh. Coba Anda pikirkan. Kalau saja wanita dalam kesaksian di atas memaksakan dirinya untuk mengikuti yang menurutnya “panggilan”, dia tidak akan melihat keempat anak-anak saudaranya itu masuk ke ladang misi. Wanita itu dipakai Allah menurut cara Allah juga.
Renungan:
Rencana Allah bagi setiap anak-Nya adalah rancangan kemuliaan. Tidak ada rancangan jelek bagi anak-anak-Nya. Apabila Anda kecewa dengan Allah bertobatlah. Mintalah Alah membuka mata hati Anda untuk melihat rencana Allah yang indah tersebut.
Kemuliaan dimulai dari jalan terjal.
No comments:
Post a Comment