Ayat Bacaan : 1 Raja-Raja 22:41-54; Efesus 6:4
“Yosafat berumur tiga puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi. Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN”
(1 Raja-Raja 22:42,43).
Ada pribahasa yang berbunyi: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Pribahasa ini mau mengingatkan kita tentang pentingnya suatu teladan yang baik. Suatu teladan yang benar akan memunculkan pengikut yang benar, demikian halnya dengan teladan yang jahat akan memunculkan pengikut yang jahat. Raja Asa misalnya, ia memberikan teladan yang baik kepada Yosafat, sehingga Yosafat pun melakukan apa yang benar di mata Tuhan, Ia tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Tidak demikian dengan Ahazia, ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, hal ini dilakukannya sebab ia melihat teladan jahat dari Yerobeam, ayahnya.
Betapa besar pengaruh prilaku orang tua terhadap anak-anaknya dan juga betapa besar prilaku orang Kristen terhadap orang sekelilingnya. Sebenarnya saat ini kita sedang dibawa kepada suatu nats yang pernah diucapkan oleh Tuhan Yesus: “kamu adalah garam dan terang dunia.....” dari nats ini secara sederhana Ia ingin menyampaikan tentang teladan baik dan benar yang harus dibawa di dalam hidup setiap orang Kristen, baik sebagai orang yang sudah tua atau orang muda, baik sebagai orang tua maupun seorang anak. 1 Timotius 4:12 berkata: “ Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” Berbicara masalah teladan, maka hal itu tidak bergantung kepada umur dan posisi seseorang, tetapi sudah selayaknya setiap orang percaya terlebih yang sudah dewasa iman menjadi teladan baik bagi siapapun juga.
Dunia sedang tenggelam dengan kenikmatannya dan terbuai dengan nafsu jahatnya, dan hal ini setiap hari ada di sekeliling kita. Bukan hal mudah untuk menghadapinya dan ini menjadi suatu tantangan yang berat bagi orang Kristen. Jika kita tidak memberi teladan baik, maka dunia akan memberi teladan yang jahat kepada orang-orang di sekeliling kita, termasuk anak-anak kita. Berilah teladan yang baik dan beritakanlah firman-Nya setiap saat.
Renungan:
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Amsal 22:6; 29:17; Efesus 6:4).”
Teladan kita hari ini menentukan masa depan kita dan masa depan anak-anak kita.
No comments:
Post a Comment