Thursday, November 30, 2017

Terimalah Teguran

Ayat Bacaan : 1 Raja-Raja 22:1-40; Roma 8:14
“Jawab raja Israel kepada Yosafat: “Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla.” Kata Yosafat: “Janganlah raja berkata demikian.”
(1 Raja-Raja 22:8).


Kebanyakan orang Kristen saat didoakan oleh seorang yang dianggap nabi Allah mengharapkan kata-kata nubuatan yang baik tentang dirinya. Kalau nubuatan itu kurang sedap didengar di telinganya, mereka berkata, ”Oh, itu dari setan.” Sehingga fungsi nubuatan tidak ada bedanya dengan ramalan nasib yang banyak dijajakan oleh para peramal.

Itulah yang dilakukan oleh raja Israel – Ahab. Dia sangat membenci nabi Mikha bin Yimla. Mengapa? Sebab nabi Allah itu tidak pernah menubuatkan yang baik tentang raja Ahab. Mikha adalah nabi Allah yang sejati. Dia hanya mengatakan apa diberikan Allah kepadanya termasuk tentang raja Ahab. Bila nubuatannya tentang Ahab selalu buruk bukan nubuatannya yang salah dan juga bukan Mikhanya yang salah tetapi raja Ahab yang salah sebab hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu setiap kali Mikha bernubuat tentang Ahab maka nubuatannya selalu bersifat peringatan agar bertobat. Seandainya Ahab mau berubah maka nubuatannya pun juga ikut berubah.

Bagi kita orang percaya yang hidup di bawah Perjanjian Baru, nubuatan bukanlah penunjuk arah yang akan memimpin hidup kita. Tuhan tidak memakai nubuatan sebagai cara utama untuk memimpin hidup kita. Dia akan memimpin hidup kita melalui Roh-Nya yang ada di dalam roh kita. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14).

Terus apa gunanya nubuatan itu bagi kita? Kita perlu nubuatan baik secara pribadi maupun secara umum. Tetapi perlu kita ketahui, nubuatan itu berfungsi untuk meneguhkan apa yang Tuhan sudah katakan terlebih dahulu kepada kita melalui Roh-Nya yang ada di dalam hati kita. Apapun kata nabi besar sekalipun kalau itu tidak sesuai dengan pertama firman Allah dan kedua yaitu kesaksian roh kita maka lebih baik saudara dan saya untuk menyimpannya.

Jangan sampai kita menjadi fans atau pengejar nubuatan sehingga ke mana saja nabi Allah yang kita sukai berada di situ kita juga ada demi ingin mendengarkan nubuatan yang menyenangkan telinga kita. Akhirnya kita lupa melakukan tugas dan bagian kita untuk bersekutu dengan Roh Kudus yang siap sedia memimpin langkah-langkah hidup kita dengan satu kepastian.

Renungan:
Kita harus terbuka terhadap setiap teguran yang Allah katakan baik secara langsung maupun melalui nabinya sehingga saat teguran itu kita dengar kita tidak pahit tetapi menerimanya dengan sepenuh hati. 


Suara nubuatan yang kita dengar tergantung suara hati nurani kita. Suara hati nurani kita mendahului suara nubuatan yang akan kita dengar.

No comments:

Post a Comment