Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 20:1-11; Filipi 4:6
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN”
(2 Raja-Raja 20:5).”
Hizkia dibesarkan di tengah-tengah lingkungan yang tidak menguntungkan, yaitu di tengah-tengah maraknya penyembahan berhala termasuk ayahnya sendiri. Tetapi hatinya terbuka untuk Tuhan, dan ia berbeda jauh dengan ayahnya. Di mata Tuhan, Hizkia jauh lebih baik daripada ayahnya, sebab Ia melakukan apa yang benar seperti Daud leluhurnya. Hizkia memutuskan hidup benar dan komitmen menghormati Allah nenek moyangnya, sehingga Allah pun menaruh kasih kepadanya.
Saudara barangkali kita saat ini berada ditengah-tengah lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti keluarga yang berantakan, orang tua yang tidak mengenal Tuhan, atau lingkungan di sekitar kita yang tidak menyenangkan. Jangan takut dan kompromi dengan keadaan yang seperti itu, nyatakanlah di dalam hatimu: diantara orang-orang yang tidak mengenal Tuhan aku harus hidup benar.
Ketika kita bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita ini menjadi orang yang dibenarkan, sebagaimana dinyatakan di dalam Roma 3:23, 24: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Kalau kita sudah dibenarkan, maka hidup kita berada dalam pemeliharaan-Nya.
Jika kita mengalami kesulitan, terlibat persoalan yang berat, menderita sakit penyakit datanglah kepada Tuhan. Ia siap mendengar doamu. Mestinya Hizkia mati karena sakit penyakit yang dideritanya. Bisa jadi tabib yang terbaik di wilayah Yehuda dan negeri tetangga tidak ada yang sanggup mengobatinya. Semua tabib sudah angkat tangan. Di tengah-tengah keputusasaan, Hizkia berdoa dengan sungguh-sungguh. Air mata mulai mengalir di pipinya, dan Tuhan mendengar doa Hizkia. Akhirnya Hizkia mengalami mujizat, ia disembuhkan dari sakit penyakitnya.
Jika Tuhan mendengar doa Hizkia, Tuhan yang sama akan mendengar doa kita. Mungkin saat ini banyak orang yang mengangkat tangannya dan tidak mau menolong kita. Mungkin Saudara juga sakit sama seperti Hizkia. Berdoalah kepada Tuhan. Ingat firman-Nya yang berkata: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).”
Renungan:
TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Amsal 15:29; Yakobus 5:16).
Berdoalah senantiasa dan pelihara hubungan dengan Tuhan, sebab ada kuasa yang dahsyat dibalik aktifitas doa kita.
No comments:
Post a Comment