Ayat Bacaan ; 2 Raja-Raja 19:1-37; Yohanes 8:44
“Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan”
(2 Raja-Raja 19:14).
Pernah menerima surat dari setan? Belum? Tetapi Hizkia pernah menerima surat ancaman dari Sanherib yang merupakan perlambang dari Setan. Tangan Hizkia gemetar bilamana surat yang sarat dengan ancaman itu ditujukan kepadanya. Tetapi apa yang dilakukan Hizkia adalah tepat: ia membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. Ia mengadukan persoalannya kepada Allah.
Dan bilamana surat iblis itu datang kepada kita, maka tulisannya: “Lihat, pecundang, hidupmu amat payah. Allah yang kau harapkan itu kali ini tidak akan menolongmu. Kamu sekarang berada di dalam jurang kekalahan. Untuk apa berharap kepada Allahmu? Sekarang tinggalkanlah imanmu dan datanglah kepadaku, maka seluruh dunia ini akan kuberikan kepadamu.” Atau kadang suratnya seperti ini: “Kamu sudah terlalu tua untuk melayani. Lihat saja hidupmu yang tidak beres. Sebentar lagi Allah akan menjebloskan kamu ke dalam perapian yang menyala.”
Surat iblis bisa bernada ancaman ataupun bujukan secara halus atau kasar. Bagaimana iblis menyebarkan suratnya? Melalu bisikan tentunya. Dia berusaha siang dan malam untuk menjatuhkan kita.
Baru-baru ini seorang rekan menerima surat dari iblis. Beberapa kejadian malang memang menimpnya. Setelah kedua anaknya meninggal dalam kecelakaan dan sakit, kini istrinya sakit parah. Surat itu berkata: “Lihat sekarang keadaanmu. Allah tidak berada di sisimu. Allah tidak mengasihimu. Semua pendeta yang berkata bahwa Allah itu baik, itu adalah kebohongan zaman sekarang. Allah tidak mencintaimu lagi!”
Itu adalah surat kebohongan dari iblis. Dia senang melayangkan suratnya di tengah kemelut terjadi dan di tengah kekecewaan menguasai hati kita. Karena itu waspadalah dan jangan dengarkan dustanya. Yesus sendiri sudah berkata, “…. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44).
Renungan:
Apakah kita menerima surat dari iblis? Apakah dia mencoba membujuk kita untuk meninggalkan iman kita? Ataukah dia mencoba memubujuk kita untuk kembali lagi kepada dunia kita yang lama? Jangan dengarkan dia!
Jika iblis sedang berkobar, isilah hati kita dengan firman Allah.
No comments:
Post a Comment