Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 14:1-29; Lukas 9:26
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya”
(2 Raja-Raja 14:13).
Amazia menjadi raja yang nyaris sempurna, kecuali bahwa dia tidak seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia memang berbuat baik seperti ayahnya, Yoas, namun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan (ay. 4). Dengan kata lain, Amazia masih setengah hati untuk melakukan Taurat Allah.
Bertemu dengan orang Kristen yang setengah mati bisa jadi amat menjengkelkan. Sebab orang seperti itu mengerti firman Tuhan, dan dengan tangkas akan menjawab berbagai pertanyaan seputar kekristenan. Tetapi hidupnya itu lho yang masih belum sepenuhnya mengikuti apa kata Tuhan. Jadi kalau diibaratkan telur, ia hanyalah telur setengah matang.
Apa kata Tuhan tentang Kristen yang setengah-setengah ini? Ini sama seperti domba yang mencoba beralih menjadi “dombing” (domba kambing). Sebab pada akhir zaman nanti akan ada pemisahan antara domba dan kambing. Lalu di mana posisi dombing? Tidak ada! Karena itu Allah akan tempatkan di sebelah kiri (bagian orang-orang yang akan dihukum).
Menjadi Kristen itu harus jelas identitasnya. Sebab kalau kita menjadi dombing, maka kita akan menjadi orang Kristen yang hanya berdasarkan situasi. Bagi Kristen sejati, tidak ada istilah dombing dalam hidup mereka. Yang ada adalah komitmen untuk melaksanakan segenap perintah Allah.
Dalam surat kepada jemaat-jemaat Allah, salah satu suratnya ditujukan kepada gereja suam-suam kuku (Laodikia). Ini adalah jemaat yang mudah berkompromi. Janji komitmennya tidak ada. Peribahasa bahasa Jawa berkata: isuk cambah, awan dele (pagi hari masih menjadi tauge, siang hari sudah berubah menjadi kedelai). Itu adalah orang yang plin-plan.
Apakah kita takut penganiayaan karena menunjukkan identitas kita sebagai orang percaya? Camkanlah, Yesus juga akan malu mengakui kita pada hari kedatangan-Nya (Lukas 9:26).
Renungan:
Tunjukkan identitas yang jelas diri kita. Kalau kita orang Kristen tunjukkan bahwa kita juga melakukan firman-Nya dengan sungguh-sungguh.
Hanya si pengecut saja yang tidak berani menunjukkan identitasnya.
No comments:
Post a Comment