Saturday, December 23, 2017

Numpang Lewat

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 15:1-16; 1 Korintus 10:12
“ Ia memerintah sebulan lamanya”
(2 Raja-Raja 15:13).


Program 100 (seratus) hari dicanangkan bagi setiap pejabat yang baru (walikota, bupati, presiden) sebagai suatu strategi untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang apa yang akan dilakukannya pada pemerintahannya yang akan dipimpinnya dalam kurun waktu yang akan datang, sehingga menghasilkan suatu pemerintahan yang tangguh dan kuat dan bisa membawa  masyarakatnya menikmati apa yang telah ia hasilkan.

Bagaimana kalau pemerintahannya hanya berumur satu bulan saja, sementara ia belum sempat duduk lebih lama lagi menjadi raja? Betapa rapuhnya kekuatan seorang raja belum satu bulan ia memerintah musuh sudah menghancurkan.      

Mengapa kerajaan yang dipimpin Raja Salum hanya berumur satu bulan saja?

Pertama, ia merasa bangga dan puas atas apa yang dia capai hanya sebatas sebagai raja (terlena dengan berkat Tuhan). Padahal orang congkak adalah musuh Allah (Amsal 16:5; Mazmur 31:24). Salum sangat bangga dengan peperangan yang ia menangkan yang membuat dia  berhasil menjadi raja. Orang congkak dan tinggi hati akan mengalami hukuman Tuhan. Jadi janganlah sombong dan puas jadi orang Kristen hanya karena diberkati, tetapi teruslah bertumbuh dengan segala kerendahan hati. Jangan jadi raja dan ratu semalam. Tuhan Yesus merindukan dari apa yang kita dapat hari ini merupakan bagian dari iman percaya dan bukti dari penyertaan dan kasih yang besar. Dan dibalik semua itu Tuhan ingin semakin menyatakan karya-Nya lewat dan melalui kehidupan kita. Jadi kalau Saudara mengalami mujizat, pertolongan saat ini jangan terlena itu hanya akan membawa kepada keruntuhan iman. Jangan cari berkat tapi kenallah pribadi-Nya yang memberi berkat akan membuat perjalanan iman kita kekal dan rencana panggilannya atas kita akan terjadi.

Kedua, karena ia tidak mengatur strategi untuk masa depan. Artinya kemenangannya sebagai raja seharusnya diimbangi dengan strategi karena Tuhan memberikan kepada kita otak untuk berpikir untuk apa yang mesti dilakukan. Demikian juga dengan kekristenan kita. Tuhan menghendaki kita untuk berhikmat saat berkat Allah melimpah atas kita. Jadi jangan berfoya-foya, melainkan menabunglah! Yesaya 30:8c-9a berkata, “ Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku, supaya kalau aku kenyang aku tidak menyangkal Engkau.”

Renungan:
Jangan jadi Kristen numpang lewat tetapi tinggallah dalam kasih Allah yang besar maka kita akan melihat karya yang besar dari Dia


Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan.

No comments:

Post a Comment