Monday, December 4, 2017

Memakai Yang Tidak Sempurna

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 2:19-25; Markus 9:41
“Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak”
(2 Raja-Raja 2:19-25).


Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga dengan Elisa. Dia baru saja diangkat menjadi nabi menggantikan Elisa. Tetapi kita lihat Elisa bertindak ceroboh dengan menghukum anak dari kota itu yang mengoloknya. Meskipun dia nabi, bukan berarti dia tidak dapat melakukan kesalahan. Anda setuju, bukan? Dan coba Anda bandingkan dengan permohonan murid-murid Tuhan yang meminta persetujuan Yesus supaya api dari surga membakar orang-orang Samaria yang menolak pemberitaan Injil (Lukas 9:51-56). Apakah jawaban Yesus? Yesus menolak permintaan mereka bahkan menghardik mereka (ay. 55).

Bagaimanapun juga Allah tetap memakai manusia yang masih banyak kelemahan ini. Dan camkanlah bahwa setiap dari kita mempunyai peluang yang sama untuk dipakai Tuhan. Tetapi kan ada yang dipanggil menjadi nabi, rasul, guru, dsb? Ya, itu adalah panggilan khusus. Tetapi yang perlu kita ketahui bahwa Allah sanggup memakai kita untuk menjadi alat-Nya.

Jangan berpikir bahwa menjadi alat bagi Allah, hanya berkutat seputar penginjilan saja. Tidak! Allah dapat memakai kita dalam cara yang berbeda-beda, bahkan unik. Atau kalau selama ini kita mengira bahwa seorang Kristen yang tugasnya hanya menjemput jemaat Tuhan yang hendak beribadah pada hari minggu itu adalah pekerjaan yang biasa saja, itu tidak benar. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan segenap hati dan untuk Tuhan, itu adalah pekerjaan yang mulia. Bahkan Yesus pernah berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Markus 9:41). Setiap pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan tidak akan hilang begitu saja upahnya!

Marilah kita melayani Tuhan. kita tidak harus menjadi pendeta atau penginjil untuk melayani Tuhan. Sebab masih banyak orang Kristen yang mengira bahwa melayani itu identik dengan mimbar gereja. Kalau kita menolong rekan atau teman yang dalam kesusahan, maka kita sudah melayani Allah.

Renungan:
Jangan berkata bahwa kita tidak mempunyai waktu untuk melayani Allah. Ambillah kesempatan ini untuk melayani Tuhan.


Setiap pekerjaan yang dilakukan untuk Allah itu pekerjaan yang mulia.

No comments:

Post a Comment