Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 4:1-7; 1 Korintus 10:13
“Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya”
(2 Raja-Raja 4:1).
Posisi sebagai janda memang serba sulit. Gunjingan dan masalah keuangan adalah sebagian dari problem yang dihadapi oleh mereka. Tidak terkecuali dengan janda dalam kisah ini. Rupanya sepeninggal suaminya yang berprofesi sebagai nabi, janda tersebut tidak mampu mencukupi keuangan keluarganya. Dia berada dalam jurang keputusasaan, apalagi si debt collector yang bertampang angker akan mengambil kedua anaknya sebagai pembayaran hutang. Jelas hal ini mendukakan hatinya. Dia benar-benar putus asa dan tidak tahu berbuat apa. Pernahkah kita mengalami hal seperti janda ini?
Tetapi sekali lagi kita melihat perhatian Allah terhadap janda ini. Janda itu mengadukan kepada Elisa dan lihatlah bagaimana Allah mendatangkan mujizat kepada janda tersebut, sehingga dia mampu melunasi semua hutangnya.
Jangan abaikan para janda! Itulah yang harus dikerjakan oleh gereja. Dan jangan pula menelantarkan istri-istri hamba Tuhan yang ditinggal oleh suaminya. Allah mempedulikan mereka. Inilah pelajaran yang harus kita pahami.
Dan pelajaran lain yang harus kita ketahui adalah pekerjaan Allah akan selalu dinyatakan di tengah persoalan berat. Tidak ada persoalan yang terlalu berat bagi Allah. Sayangnya, banyak orang benar yang terlalu membesar-besarkan persoalannya, dan mengabaikan kuasa Allah. Itulah sebabnya mengapa kita tidak melihat mujizat dan kita tidak dapat melepaskan diri dari lingkaran persoalan yang sama. Memang tidak ada manusia yang lepas dari persoalan, tetapi Allah selalu bekerja sama dengan kita supaya di tengah persoalan itu Allah menyatakan kekuatan-Nya.
Alkitab berkata, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13).
Renungan:
Selalu ada jalan di dalam Tuhan. Pintu penyelesaian masalah itu selalu ada. Hanya saja kita wajib untuk menaruh kepercayaan kita kepada-Nya!
Mujizat datang karena ada persoalan.
No comments:
Post a Comment