Thursday, December 7, 2017

Dia Sanggup Bangkitkan

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 4:8-37; Yohanes 11:12
“Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya”
(2 Raja-Raja 4:35).


Mendengar kata “bangkit” kita pasti akan selalu teringat akan kebangkitan Tuhan Yesus setelah tiga berada di perut bumi. Dan tidak ada manusia yang pernah mati lalu bangkit lagi setelah 3 hari kecuali Yesus Kristus dan orang-orang yang dibangkitkannya. 

Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada beberapa nabi Allah yang dipakai untuk membangkitkan orang yang sudah meninggal, contohnya: nabi Elia yang membangkitkan anak janda di Sarfat (1 Raja-raja 17:22 ); nabi Elisa yang membangkitkan anak di Sunem (2 Raja-raja 4:35); nabi Yehezkiel yang membangkitkan tulang dan menjadi hidup kembali (Yehezkiel 37:5); Yesus membangkitkan anak perwira di Kapernaum (Lukas 15:24). Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus setelah empat hari meninggal, dan Yesus sendiri mengalami akan kematian dan bangkit di hari yang ke tiga.

Bangkit tidak hanya bicara soal kematian saja, tetapi kata bangkit mengandung banyak arti, contohnya: bangkit dari kemiskinan, bangkit dari sakit penyakit, bangkit dari kebangkrutan dan sebagainya.

Dan satu hal yang harus benar-benar kita yakini, yakni Allah kita spesial dalam membangkitkan orang yang mati. Seperti tadi disebutkan, kematian di sini berarti juga kematian yang membuat kita terpuruk. Ada orang-orang yang seperti berada dalam kuburan dan mereka tidak tahu bagaimana bangkitnya. Mungkin dahulu kita adalah orang yang berjaya dan terpandang. Tetapi setelah krisis terjadi, kita begitu sulit untuk bangkit lagi, mana hutang semakin meninggi. Inilah saatnya meminta Allah untuk membangkitkan kita.

Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25). Dalam arti rohani dia sanggup menghidupkan rohani kita dan membawa kita ke surga, tetapi juga bila hidup kita terpuruk, Dia juga sanggup memulihkan dan membangkitkan kita.

Renungan:
Roma 8:37 berkata, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dengan sepenuh hati dan segenap akal budi kita, dan Tuhan turut bekerja bersama dengan kita.  


Yesus sanggup membangkitkan kita, kecuali kita tidak mau.

No comments:

Post a Comment