Tuesday, December 26, 2017

Sinkretisme

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 17:24-41; Galatia 2:20
“Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka berbuat   sesuai dengan adat mereka yang dahulu. Demikianlah bangsa-bangsa ini berbakti kepada TUHAN, tetapi   dalam pada itu mereka beribadah juga kepada patung-patung mereka; baik anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka   melakukan seperti yang telah dilakukan nenek moyang mereka,  sampai hari ini”
(2 Raj.17:40,41).


 Sebut saja keluarga Pak Suryo, ia cukup rajin pergi ke gereja, tengah minggu pun jika ada kegiatan, ia berusaha menyempatkan dirinya untuk hadir. Keluarga ini sudah Kristen sejak nenek moyang. Suasana kekristenan nampak sekali di tengah-tengah keluarganya. Namun disela-sela warna kekristenan masih muncul warna lain di rumah itu. Hampir setiap malam tertentu di sudut luar rumah tampak bunga setaman yang dengan sengaja ditaburkan. Ketika ditanya, dengan santainya Pak Suryo menjawab, ya ini ‘kan untuk melestarikan adat nenek moyang, supaya selamat dan banyak rejeki. 

Saudara, Pak Suryo adalah salah satu contoh orang yang masih hidup mendua hati. Di satu sisi hatinya di Tuhan di sisi lain hatinya ada di adat nenek moyang.  

Hati yang mendua inilah yang disebut dengan sinkretisme. Hal ini jelas tidak dikenan Tuhan dan dianggap berdosa. Sebab hukum Tuhan menyatakan: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang   membenci Aku” (Keluaran 20:3-5)     

Saudara kita ini milik kepunyaan Allah, dan hanya Dia yang memiliki kita. Jangan lagi kita berusaha keluar dan memperhambakan diri kepada kesia-siaan, tetapi berilah hidupmu sepenuhnya kepada Allah, sebagaimana Rasul Paulus mencontohkan dirinya dengan berkata: “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,  melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20).


Renungan:
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan  diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi  kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai  memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. (Galatia 4:8-10).      


 Janganlah  doamu terhalang karena kompromi dengan adat.

No comments:

Post a Comment