Monday, December 25, 2017

Akibat Kompromi

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 16:1-20; Yakobus 4:4
“Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN   dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimnya kepada    raja Asyur sebagai persembahan. Maka raja Asyur mendengarkan permintaannya dan maju melawan Damsyik, merebutnya dan mengangkut penduduknya tertawan ke Kir,  tetapi Rezin dibunuhnya
(2 Raja-Raja 16:8,9).


Ahas adalah contoh produk dari orang tua yang kompromi dengan lingkungan yang berdosa. Yotam, ayah Ahas, memang melakukan apa yang benar di mata Tuhan, namun demikian bukit-bukit pengorbanan di wilayah kekuasaannya tidak dijauhkan sehingga rakyat masih mempersembahkan dan membakar korban kepada dewa-dewa di bukit  pengorbanan. Mestinya sebagai seorang Raja, Yotam tidak kompromi dengan penyembahan berhala yang ada di wilayah kekuasaaanya. Ia memiliki kuasa untuk menghancurkan tempat berhala tetapi  tidak dilakukannya, dan akibatnya harus dibayar mahal.

Yotam memberikan pengajaran yang baik kepada Ahas tetapi  lingkungan mempengaruhi Ahas lebih kuat sehingga ia terlarut dalam lingkungan di luar rumahnya. Bagi Ahas kecil, jika ayahnya tidak menjauhkan bukit pengorbanan, ia berpikir ayahnya mengizinkan mempersembahan korban ke pada dewa.

Akibatnya, setelah Ahas menginjak dewasa dan menjadi raja menggantikan Yotam, ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Barangkali “Raja Lalim” adalah julukan yang tepat bagi Yoas bin Yotam, raja Yehuda, Ahas hatinya bebal, pikirannnya kandas dan hidupnya penuh dengan kebrutalan. Karena begitu brutalnya ia mempersembahkan anak gadisnya sendiri kepada berhala dengan cara dibakar. Hatinya dibutakan oleh ilah-ilah zaman, ia tidak lagi memperhatikan orang di sekelilingnya yang penting ia senang melakukan apa saja termasuk membunuh anaknya sendiri.

Bahkan tindakan berikutnya sangat melecehkan pribadi Allah. Ketika  akan diserang Rezin raja Aram dan Pekah bin Remalya raja Israel, segala cara di tempuh termasuk menajiskan rumah Tuhan. Barang-barang di dalam rumah Tuhan pun dijarahnya dan dipersembahkan kepada raja Asyur. Bahkan demi Raka asyur segala perlengkapan dalam rumah Tuhan digeser dan diganti dengan penyembahan berhala.

Kisah Ahas adalah pelajaran bagi kita semuanya, terlebih bagi orang tua. Kita harus mengajar anak-anak supaya mengenal Tuhan dan memiliki roh takut akan Tuhan, menjauhkannya dari tindak kejahatan sedini mungkin. Anak tidak cukup diberi harta tetapi lebih dari pada itu berilah anak hati, yaitu kenalkan dengan hati Tuhan.


Renungan: 
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada  masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu (Amsal 22:6; 29:17). 


Jangan pernah kompromi dengan dosa atau anak cucu kita yang menjadi korbannya.

No comments:

Post a Comment