Ayat Bacaan ; 2 Raja-Raja 22:1-20; 1 Yohanes 3:19-20
“Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.”
(2 Raja-Raja 22:11).
Sikap raja Yosia mengoyakkan pakaiannya setelah mendengarkan kitab Taurat dibacakan adalah satu sikap yang lazim dilakukan oleh orang-orang tertentu dalam Perjanjian Lama. Apa yang dilakukan raja Yosia lebih dari sekedar hal lahiriah. Saya percaya ada makna rohani yang sedang ditunjukkan kepada kita. Ada tiga makna rohani yang sedang ditunjukkan oleh raja Yosia.
Pertama, sebenarnya raja Yosia saat mengoyakkan pakaiannya, dia sedang mengoyakkan hatinya yang sedih dan malu terhadap dosa-dosa yang diperbuat rakyatnya. Hal ini terjadi setelah dia mendengarkan kitab Taurat dibacakan sehingga mata hatinya terbuka dan melihat bahwa apa yang dilakukan rakyatnya jahat di mata Tuhan.
Ini membuktikan bahwa firman Allah sanggup menerangi dan menyingkapkan dosa-dosa yang selama ini tersembunyi. Bagaimana dengan kita? Apakah kita mengoyakkan hati saat firman Allah menegur hidup kita yang tidak benar? Atau sudah menjadi kebal sehingga firman Allah yang kita dengar masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri?
Kedua, raja Yosia mengoyakkan pakaian berarti dia sangat takut dengan murka Tuhan yang akan menimpa dia dan rakyatnya. Dia menyadari konsekuensi dosa. Kita tidak akan menyadari konsekuensi dosa sebelum kita sadar bahwa kita telah berbuat dosa. Raja Yosia sadar akan dosa sebab itu dia juga sadar akan konsekuensinya. Itulah yang membuat dia mengoyakkan hatinya di hadapan Tuhan.
Kalau seandainya manusia sadar akan kensekuensi dosa maka mereka tidak akan pernah melakukan dosa. Koyakkan hati Anda saat firman Allah menempelak hidup Anda supaya Anda terhindar dari murka Allah.
Ketiga, mengoyakkan pakaian berarti raja Yosia merendahkan diri di hadapan Tuhan sebab dia benar-benar tahu dan sadar tentang kondisi hatinya. Hatinya bersuara lebih keras dari suara yang didengar dengan telinganya. Suara hatinya tidak akan pernah bisa dibungkam sebelum Yosia meresponi firman Tuhan dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya dia mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda bahwa dia meresponi firman yang dia dengar. Dia merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Apapun dosa yang kita lakukan selalu meninggalkan suara di dalam hati kita berupa tuduhan. Tuduhan suara hati kita berbicara lebih kuat dari pada suara yang ada di sekeliling Anda. Suara hati Anda hanya akan berhenti setelah Anda meresponi firman Tuhan. “…Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.” (1 Yohanes 3:19-20).
Renungan:
Kalau kita tidak mengoyakkan hati kita saat firman Allah kita dengar maka hati kita yang akan mengoyakkan hidup kita.
Dosa akan hilang bukan dengan cara dibicarakan tetapi diakui.
No comments:
Post a Comment