Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 18:1-12; Yohanes 15:5
“Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa”
(2 Raja-Raja 18:6).
Jika kita pernah mendengarkan sebuah syair lagu, baik yang sekuler maupun yang rohani pastilah pernah mendengar kata “tiada yang seperti.....” Hal ini mengungkapkan bahwa seorang yang telah diidolakan atau sebuah kata untuk sang pujaan hati. Di dalam salah satu lagu rohani ada kata-kata seperti ini, “....tiada seperti-Mu Yesus, Kau berkati hidupku dengan segala kebaikan-Mu....” Lagu ini bermakna bahwa tiada tuhan selain Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan hidupnya bagi kita semua.
Hizkia adalah seorang raja di Yehuda, dan raja Hizkia melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan. Dia melakukan apa saja yang Tuhan perintahkan kepadanya, contohnya di ayat 4, dia menjauhkan bukit-bukit penyembahan dan meremukkan tugu-tugu pengorbanan dan menebang tiang-tiang berhala serta menghancurkan ular tembaga yang dibuat oleh Musa. Mengapa patung ular Musa dimusnahkan? Tidak lain ini karena orang Israel masih membakar korban bakaran bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan, dan hal ini yang membuat hati Tuhan menjadi cemburu. Bukankah kita harus memberikan korban bakaran hanya pada Tuhan kita Tuhan Yesus Kristus? Dan melalui hambanya yang setia maka Tuhan memberikan perintahnya kepada raja Hizkia untuk memusnahkan segala patung dan tempat penyembahan berhala yang ada di antara umat Israel. Dan karena kesetiaan raja Hizkia kepada Tuhan, Tuhan memberikan kemenangan demi kemenangan dalam setiap peperangan dan ini adalah janji Tuhan kepada raja Hizkia.
Sebenarnya tidak hanya kepada raja Hizkia saja janji Tuhan diberikan, melainkan juga berlaku bagi kita semua yang setia dan turut akan perintah serta ketetapan yang Tuhan berikan kepada kita, yaitu hidup kudus, menjadi pelaku Firman Tuhan, mengasihi sesama, hidup dalam pertobatan. Karena semua ini juga dilakukan oleh raja Hizkia di ayat 6. Bagaimana dengan kehidupan kita secara pribadi? Sudahkah kita hidup menurut Firman Tuhan, taat, setia? Jika belum marilah kita lebih lagi melekat kepada Tuhan Yesus.
Renungan:
Mari kita sama-sama mengakui bahwa di luar Tuhan Yesus Kristus kita tidak bisa berbuat apa-apa. Yohanes 15:5 berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”.
Melekat dengan Tuhan membuka kunci kemenangan dalam hidup kita.
No comments:
Post a Comment