Monday, August 10, 2015

Impartasikan Iman Anda!


Ayat bacaan : 2 Timotius 1:1-5; Amsal 22:6 “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu” (2 Timotius 1:5).

Iman yang timbul dalam kehidupan Timotius merupakan dampak dari iman yang dimiliki oleh ibunya, Eunike, dan neneknya. Lois. Chuck Swindoll berkata begini, “Jika Anda diberkati oleh ibu yang baik, Anda akan menuai keuntungan seumur hidup Anda. Jika ibu Anda mengabaikan kebutuhan Anda dan gagal mendukung ayah Anda, sayang, apa yang Anda akan derita tidak dapat dihapus lagi. Apakah itu sehat atau sakit, tanda dari keibuan itu akan tinggal tetap.

” Ya, ibu-ibu menuliskan kehidupan pada anak-anaknya yang dunia tidak dapat hapuskan lagi. Beberapa tokoh terkenal mengalaminya, seperti John Quincy Adams yang berkata, “Apa yang ada pada diriku ibukulah yang menjadikannya.” Abraham Lincoln berkata, “Apa yang ada padaku dan yang diharapkan, semuanya milik ibuku, malaikatku.” Dwight Moody berkata, “Semua yang telah kucapai dalam hidup ini, aku berhutang pada ibuku.” Seorang ibu yang bijaksana akan menghasilkan dampak yang luar biasa kepada anak-anaknya. Dan ini pula yang terjadi pada si pemuda yang sedang berkobar-kobar, Timotius. Iman yang ada pada dirinya merupakan “warisan” dari nenek dan ibunya. Keluarga ini merupakan contoh bagaimana seorang ibu dapat mengimpartasikan atau membagikan imannya kepada anak-anaknya.

Saudara, kehidupan anak-anak Anda tergantung pada Anda. Bagaimana cara Anda mendidik mereka akan menentukan anak Anda akan menjadi apa kelak. Benarlah bila Salomo berkata, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6). Jadi mendidik dan mengimpartasikan iman Anda kepada anak-anak Anda adalah sebagian dari tugas Anda sebagai orang tua. Bila seorang ibu tidak mempunyai pengaruh terhadap anak-anaknya Alkitab tidak akan berkata demikian.

Renungan: Ada ibu-ibu yang ceroboh dengan kehidupannya, sehingga anak-anak mereka menjadi liar dan tidak terkendali. Dan ada juga ibu-ibu yang mempercayakan didikan kepada pembantunya. Ini salah besar! Anda mempunyai tanggung jawab untuk mendidik anak-anak di dalam Tuhan supaya mereka menjadi umat yang mempermuliakan Allah. 

Kalau orang tua tidak mendidik anak-anak, “orang lain” akan mendidiknya.

No comments:

Post a Comment