Ayat bacaan : 1 Timotius 6:17-21; Amsal 11:4 ”Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Timotius 6:17).
Mengapa orang-orang kaya cenderung untuk menjadi tinggi hati dan sombong? Apa penyebabnya? Sebelum kita menjawab kedua pertanyaan tadi kita harus mengetahui bahwa ada dua golongan orang kaya di dunia ini. Pertama golongan mereka yang menyebut dirinya limpah dengan harta benda duniawi. Mereka memiliki apa saja yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dengan hartanya dia bisa membeli apa saja yang mereka mau. Dengan hartanya mereka bisa berbuat apa saja. Celakanya bagi orang-orang kaya yang karakternya belum diubahkan oleh Kristus, harta bendanya akan menjadi bahan bakar untuk menuruti segala keinginannya yang justru menjerumuskan mereka masuk dalam lembah dosa.
Bagi mereka yang kaya mendadak akan lebih berbahaya lagi bila mereka lupa daratan sebab harta bendanya akan mengubah karakternya, yang dulu rendah hati menjadi tinggi hati, yang dulu ramah sekarang menjadi angkuh dan pelit. Apakah salah memiliki harta benda? Tidak! Akan menjadi salah bila kita mencintai dan dikuasai olehnya. Sebab akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang atau harta benda lebih dari segalanya termasuk Tuhan di dalamnya. Uang dan harta benda hanya benda mati tergantung siapa yang mengendalikannya.
Tetapi golongan yang kedua adalah mereka yang ”kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.” Golongan kedua ini sangat berbeda dengan yang pertama. Mereka tidak mencintai dan dikuasai harta benda yang mereka miliki, melainkan justru dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Hidup mereka tidak diperbudak oleh harta benda yang mereka miliki. Hati mereka tidak melekat pada harta benda tetapi pada Tuhan. Sebab ”dengan demikian [mereka ini] mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (ay. 19). Oleh sebab itu Timotius dinasihati bapak rohaninya - Paulus - untuk memperingatkan orang-orang kaya agar jangan lupa daratan dan tinggi hati.
Renungan: Harta benda yang diberikan kepada Anda bukan untuk mendukung keinginan Anda yang buruk tetapi supaya Anda bisa memberi kepada mereka yang membutuhkan dan bagi Kerajaan Allah. Dengan demikian Anda telah mengumpulkan harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Matius 6:20).
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
No comments:
Post a Comment