Ayat Bacaan : 1 Petrus 1:3-5; Yesaya 9:5 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3).
Adakah pengharapan di tengah kekacauan yang melanda dunia ini? Dunia menyerukan, “Damai…. Damai….!” Tetapi damai tidak kunjung datang. Dunia menyerukan, “Hentikan kekerasan!” Tetapi kekerasan semakin merajalela. Ada kecenderungan yang memprihatinkan di muka bumi ini di mana nyawa manusia tidak ada harganya lagi. Kebencian, kepahitan, saling menghancurkan dan melukai, adalah kejadian yang terjadi pada masa kini.
Kurang lebih 700 tahun sebelum Kristus lahir, Nabi Yesaya menubuatkan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:5).
Mari kita pahami bahwa Yesus sebagai Raja Damai telah dijanjikan. Namun setelah kelahiran-Nya mengapa damai tak kunjung datang? Yang benar, Yesus sebagai Raja Damai telah datang, dan damai itu diberikan kepada mereka yang mau menerimanya. Tidak hanya damai saja, tetapi pengharapan baru juga diberikan. Apa kata Alkitab? “…. waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan” (Roma 2:12, 14).
Kita memiliki pengharapan yang pasti di dalam Kristus! Anda tidak perlu putus asa menghadapi keadaan dunia yang semakin tidak menentu ini. Sebab Allah telah datang bagi Anda. Dan Natal pada hari ini mengingatkan kita kembali bahwa kelahiran Yesus bukan sekedar peristiwa sejarah saja, tetapi lebih daripada itu, Natal menyegarkan ingatan kita kembali bahwa Yesus datang untuk kita. Dunia akan semakin rusak, tetapi anak Tuhan akan semakin melihat janji Allah dinyatakan.
Renungan: Selalu ada pengharapan di dalam Kristus. Selalu ada masa depan cerah di dalam Yesus. Selalu ada sumber sukacita di dalam Yesus. Marilah kita pandang Dia saja yang telah lahir dan mati bagi kita. Kiranya damai Natal memenuhi setiap hati yang percaya kepada-Nya. Yesus lahir bukan supaya Natal ada, tetapi supaya damai sejahtera ada.
No comments:
Post a Comment