Ayat Bacaan : Mazmur 25: 21 "Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."
Pada tanggal 29 September 2011 koran-koran di Jepang ramai memberitakan tentang ditemukannya amplop berisi uang 10 juta yen atau sekitar Rp. 1,2 M di toilet umum. Si penemu bukannya mengantongi tetapi langsung mengembalikannya kepada polisi. Konon kabarnya uang itu akhirnya diberikan ke Palang Merah untuk membantu korban Tsunami karena dalam kurun waktu 3 bulan tidak ada yang mengklaim sebagai pemilik sah uang yang banyak itu.
Di tempat lain seorang wanita menemukan unag tunai sebanyak 233 juta, ada cek senilai 11.6 milyar yang ditemukan dalam brankas dan berbagai penemuan lainnya senilai 700 miliar rupiah. Mereka yang menemukan ini semua adalah korban tsunami yang tidak memiliki rumah, makanan dan tidur di penampungan, namun tidak ada satu pun uang tersebut yang mereka ambil. Semua diserahkan pada polisi karena prinsip hidup mereka tidak boleh memiliki barang yang bukan milik sendiri.
Sikap di atas sungguh membuat penulis merasa terharu. Di tengah situasi dunia ini yang sebra materialistis dan mementingkan diri sendiri justru masih dijumpai mereka yang memiliki karakter yang begitu mulia. Jangankan mengembalikan kembali barang yang ditemukan kepada yang berhak. Justru lebih sering kita mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Sebagai orang percaya tentunya kita harus memiliki karakter yang lebih baik lagi dibandingkan dengan mereka. Bahkan kepekaan kita harus terus dipertahankan dan diasah kita di tengah hiruk pikuk kedunian yang terkadang dapat mengobrak-abrik iman percaya kita
No comments:
Post a Comment