Ayat Bacaan : Keluaran 29:38-46; Kisah 16:25, 26
“Suatu korban bakaran yang tetap di antara kamu turun-temurun, di depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN. Sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu” (Keluaran 29:42).
Harus ada korban pada setiap pagi dan petang dalam Kemah Suci. Kalimat yang amat menarik perhatian saya adalah “sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu”. Korban yang dinaikkan akan mengundang Allah ke tengah-tengah kita.
Prinsip mempersembahkan korban binatang tidak lagi kita lakukan pada zaman sekarang, sebab Yesus sudah menyempurnakan seluruh korban dengan jalan menjadi korban di atas kayu salib. Korban yang dapat kita persembahkan kepada Allah dapat kita lihat di kitab Ibrani, “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).
Jelas sekali bahwa korban syukur adalah salah satu korban yang menyenangkan hati Tuhan. Dengan cara bagaimana kita memberikan korban itu? Dengan ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Ini berbicara mengenai pujian dan penyembahan dalam hidup kita.
Marilah kita menemukan kebenaran tentang berkat di balik pujian dan penyembahan. Semakin kita kuat di dalam pujian dan penyembahan, maka semakin nyata pula kehadiran Allah dalam hidup kita. Kerap kali kita berdoa kepada Allah tanpa disertai korban syukur ini. Doa yang dinaikkan seperti todongan pisau yang mengharuskan Allah melakukan ini dan itu. Mana ucapan syukur yang mempermuliakan nama-Nya?
Dalam banyak kasus di Alkitab tercatat kuasa Allah dinyatakan ketika umat-Nya sedang menaikkan pujian kepada Allah. Misalnya Yosafat yang berhasil menghalau musuhnya setelah ia beserta rakyatnya menaikkan pujian kepada Allah (2 Tawarikh 20). Dan dalam kisah para rasul kita melihat keperkasan tangan Allah ketika Paulus dan Silas menaikkan pujian kepada Allah, sebab “….. kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua” (Kisah Para Rasul 16:25, 26). Mereka bukan sekedar berdoa, namun juga menaikkan pujian kepada Allah.
Renungan:
Kalau Anda mau mengundang Allah, undanglah dengan korban pujian dan syukur kepada-Nya. Sebab ketika Anda sedang memuji Dia, hadirat Tuhan datang dan kuasa Allah dinyatakan.
Pujian adalah undangan kepada Allah untuk hadir di tengah kita.
No comments:
Post a Comment