Ayat Bacaan : 2 Samuel 1:17-26; 1 Yohanes 4:8
“Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu”
(2 Samuel 1:24).
Mungkin kita tidak habis pikir, mengapa Daud yang dikejar-kejar Saul justru berdukacita saat Saul tewas? Ini sebenarnya menyalahi kebiasaan dunia. Lihat saja di dunia ini di mana orang-orang bersorak sorai karena kecelakaan yang menimpa musuh.
Tetapi kita berada dalam sistem kerajaan Allah. Dalam sistem ini tidak ada sukacita bagi musuh yang jatuh. Apalagi orang itu adalah orang yang diurapi Allah. Dan sewajarnya kita juga tidak bersukacita bila kabar duka datang dari gereja yang tidak sealiran dengan kita. Oh betapa seringnya kita menertawakan pendeta yang jatuh hanya karena dia tidak sealiran dengan gereja kita. Betapa jahatnya hati kita ketika kita melihat saudara kita yang lain yang nasibnya buruk. Tidak ada kasih dalam gereja Tuhan. Kasih hanya diberikan kepada mereka yang sesama gereja dan seiman.
Kita berkoar tentang mujizat, tetapi mengabaikan hukum yang terutama, yakni kasih. Kita bermegah karena agama tetapi tidak ada kasih di dalamnya. Dosa bukan sekedar melakukan pembunuhan atau mencuri, tetapi juga mengabaikan kasih. Daud melihat bahwa Saul, meskipun telah ditolak oleh Allah, namun dia adalah orang yang diurapi. Dia telah dipilih Allah meskipun dia telah ditolak.
Gereja harus ditaburi dengan aroma kasih supaya kita berjalan sambil menebarkan aroma kasih. Bila kita mengabaikannya maka kita mengabaikan hukum Allah yang terutama. Kita malu kepada dunia ini. Kita memprogandakan kasih Kristus tetapi tidak memberikan kasih kepada mereka. Bukankah yang membuat kita beda dengan dunia ini adalah kasih itu? Bukankah hanya Kristus yang menyuruh kita mengasihi musuh kita? Dan bukanlah Kristus telah memberikan contoh kepada manusia dengan mati di kayu salib bagi manusia yang durhaka?
Tidak ada sukacita bagi musuh kita yang jatuh. Sebaliknya kita harus berdukacita. Seperti Daud yang tidak bersorak sorai di atas mayat Saul. Dia berdukacita dan memerintahkan semua orang Israel untuk berduka. Itulah sistem Kerajaan Allah.
Renungan:
Hiduplah di dalam kasih dan jangan bersukacita karena kecelakaan yang menimpa saudaramu. Kalau tidak Allah tidak akan berpihak kepada kita.
Jangan berpikir mengenai kecelakaan bagi saudaramu atau damai sejahtera Allah akan sirna dalam hidup Anda.
No comments:
Post a Comment