Tuesday, December 12, 2017

Doa Bagi Pemimpin

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 8:1-15; 1 Petrus 2:17
“Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan  semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai  istana menyertai perempuan itu dengan pesan: "Pulangkanlah  segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang”
(2 Raja-Raja 8:6).


Sejarah mencatat bahwa beberapa tahun yang silam terjadi perubahan dalam sistem demokrasi di Indonesia. Jika tahun-tahun sebelumnya seorang presiden di pilih oleh MPR, maka dari perubahan tersebut presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Terlepas apakah proses pemilihan itu dilakukan secara jujur atau tidak, saat ini hal yang perlu dilakukan oleh orang Kristen adalah berdoa bagi pemimpin negara kita. Suka atau tidak suka terhadap pemimpin itu, kita harus terus berdoa untuk  pemimpin bangsa, sebab hanya doa inilah yang tepat untuk kita lakukan. Dan kita harus percaya bahwa doa dapat memperbaharui dan memberi hikmat bagi  seorang pemimpin termasuk presiden. 

Sehingga ke depan kondisi bangsa ini semakin lebih baik, sebab hal inilah yang menjadi kerinduan seluruh rakyat Indonesia. Yaitu Indonesia menjadi negara yang aman, tertib, nyaman, adil dan makmur. Tentunya hal ini tidak lepas dari peran serta setiap orang Kristen. Kita harus arif dan baik, selalu berdoa bagi pemimpin bangsa supaya arif. Tidak adil rasanya kalau kita berdoa supaya pemimpin bangsa arif tetapi kita sendiri tidak mau arif. Kita berdoa supaya pemimpin kita.

Dalam bacaan renungan hari ini kita bisa melihat kearifan seorang Raja terhadap rakyatnya, walaupun tujuh tahun meninggalkan daerahnya karena kelaparan, seorang ibu  tidak pernah kehilangan tanahnya, bahkan tanahnya oleh sang raja dikembalikan. Bukan itu saja hasil ladang selama ia meninggalkan tanah itupun diberikannya.  Bagaimana Raja bisa arif? sebab Tuhan menjamahnya. Karena itu jangan bosan-bosan berdoa untuk pemimpin bangsa kita dan juga kota kita sebab kesejahteraan kota adalah kesejahteraan kita.

Berkaitan dengan ini ada sikap yang harus kita kembangkan supaya korupsi tidak merajalela yaitu tunduklah kepada Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada presiden sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik (1 Petrus 2:13, 14). Tunduk kepada hukum, tunduklah kepada aturan, maka hal ini akan mendorong pemimpin untuk bersikap arif, jika tidak maka hal ini akan memberi peluang dan mendorong pemimpin untuk korupsi.

Renungan:
1 Petrus 2:17 meneguhkan kita: “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” Doakan pemimpin kita baik pimpinan di kantor maupun dalam tantanan negara kita mulai kepala desa, bupati, gubernur, presiden.


Doa dapat mengubah segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin termasuk tatatan dalam negara kita Indonesia.

No comments:

Post a Comment