Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 6:24-7:20; Matius 25:43-45
“Perempuan ini berkata kepadaku : Berikanlah anakmu laki laki, supaya kita makan dia pada hari ini dan besok akan kita makan anakku laki laki. Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya : Berilah anakmu supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya”
(2 Raja-Raja 6:28, 29)
Cuplikan di atas adalah bagian suatu peristiwa tragis yang sedang dialami oleh penduduk Samaria oleh karena tentara Aram di bawah kepemimpinan Benhadad mengepung Yerusalem yang mengakibatkan kelaparan dan penderitaan sampai sampai seorang ibu harus menyembelih anak laki lakinya untuk memenuhi kebutuhannya agar tetap hidup.
Percakapan antara seorang perempuan dengan raja di atas menunjukkan perlakuan tidak adil dari teman perempuannya yang bertindak mementingkan diri sendiri yang menikmati korban anak laki-laki miliknya.
Kalau kita amati peristiwa di atas menunjukkan kepada kita satu keadaan manusia zaman sekarang ini (baca 2 Timotius 3:2) di mana waktu kita membutuhkan sesuatu untuk kepentingan diri sendiri kalau bisa orang lain yang disuruh korban (memakai harta/tangan orang lain) dan tidak mau kehilangan milik sendiri. Kalau bisa tidak mengeluarkan apa-apa dan tetap untung. Sebaliknya sementara orang lain yang memerlukan pertolongan dari kita, kita segera menutup diri bahkan menyembunyikan.
Secara umum kecenderungan manusia mempunyai sifat mementingkan diri sendiri seperti apa yang sedang kita renungkan hari ini. Sebagai seorang kristen yang bertumbuh dewasa seharusnya dalam situasi peristiwa di atas rasa kebersamaan harus kita kembangkan, bukan hidup mementingkan diri sendiri. Yang menjadi pertanyaan maukah kita mengorbankan kepentingan kita untuk kebahagiaan orang lain? Dan seharusnya kita saling melayani, saling menopang dan memberi kekuatan kepada sesama.
Dengan tegas Yesus memberi perintah dan mengajar untuk peduli dengan orang lain terutama dengan orang yang sedang dalam penderitaan (Matius 25:43-45). Alkitab mencatat kalau kita mau dan rela berkorban untuk orang lain kita sedang melakukan untuk Tuhan dan bukan saja untuk manusia dan hal itu diperhitungkan oleh Tuhan dan kalau tidak melakukan maka ada tempat siksaan yang menantikan kita. Karena itu buang jauh-jauh segala sesuatu yang hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Renungan:
Tidak ada perbuatan baik yang tidak bisa dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Selagi ada kesempatan berbuat baik berbuatlah baik. Berbuat baik untuk orang lain itu sama dengan memiutangi Tuhan. Apabila kita tahu berbuat baik dan kita tidak melakukannya, maka kita dianggap berbuat salah.
Kekristenan yang benar jauh dari keegoisan.
No comments:
Post a Comment