Wednesday, December 13, 2017

Setali Tiga Uang

Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 8:16-29; Lukas 6:43
“.....Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan”
(2 Raja-Raja 8:18, 27)


Kata setali tiga uang adalah ungkapan atau julukan bagi mereka yang melakukan kejahatan yang sama dan dilakukan oleh orang tua dan turun kepada anak atau dari kakak turun ke adik, atau sahabat yang satu ke sahabat yang lain. Kalau orang tuanya suka menipu dan ternyata hal ini juga biasanya dimiliki oleh anaknya yang jadi penipu juga. Karena itu muncul sindiran: “bapak sama anak koq sama kelakuannya”. Dan tidak jarang sekarang ini terjadi hal seperti ini contohnya : sang kakak menjadi pengedar narkoba, dan sang adik adalah pemakai narboka bahkan di salah satu surat kabar pernah dimuat satu keluarga menjadi pengedar dan pemakai narkoba.

Setali tiga uang juga terjadi pada zaman Perjanjian Lama dan dahulu peristiwa seperti ini belum begitu semarak seperti sekarang ini. Buktinya di zaman pemerintahan raja Yoram, dia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, hal ini tidak lain karena ulah dan tingkah dari raja Ahab, karena raja Yoram adalah anak dari raja Yosafat. Tetapi yang dilakukan oleh raja Yoram bukanlah dari orang tuannya tetapi dari bapak mertuanya yaitu raja Ahab, karena raja Yoram menikahi anak raja Ahab dan mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Kejahatan apa yang mereka perbuat sehingga membuat Tuhan menjadi marah dengan kelakukan raja Yoram? Raja Yoram melakukan dan memperbolehkan rakyatnya menyembah dan beribadah kepada baal. Dan peristiwa ini menyebabkan beberapa daerah kekuasaan raja Yoram terlepas atau pisah dengan kerajaan Yehuda, daerah-daerah yang lepas dari Yehuda adalah Edom dan Libna hingga sekarang ini. Bahkan Edom dan Libna menyerang dan mengepung Yehuda. Dalam pertempurannya dengan orang Aram, dan Hazael orang Aram melukai raja Yoram,  dan raja Yoram melarikan diri ke Yizreel untuk mengobati luka-luka yang dialaminya pada saat berperang melawan Hazael orang Aram itu. Kisah raja Yoram inipun bisa terjadi atas kita semua, karena ini adalah peringatan bagi kita semua untuk tetap berpegang teguh kepada perintah dan ketetapan serta jalan yang sudah diberikan kepada kita melalui Firman Tuhan.

Renungan:
Yesaya 29:13 berkata, “Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.”


Bila nenek moyang kita jahat, tunjukkanlah bahwa kita tidaklah sama.

No comments:

Post a Comment