Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 9:1-15; Matius 10:42
“Lalu bangkitlah Yehu dan masuk ke dalam rumah. Nabi muda itu menuang minyak ke atas kepala Yehu serta berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Telah Kuurapi engkau menjadi raja atas umat TUHAN, yaitu orang Israel”
(2 Raja-Raja 9:6).
Suatu hari Dwight L. Moody ditanyai, “Berapa orang yang kau tobatkan semalam?” Moody menjawab, “Dua setengah.” Orang itu berkata, “Dua dewasa dan satu anak?” “Bukan,” kata Moody, “Dua anak dan satu dewasa. Sebab bila seorang anak bertobat, maka seluruh hidupnya akan diselamatkan.”
Moody tahu arti jiwa seorang yang masih muda. Dan itu pula yang Tuhan akan kerjakan bagi generasi muda sekarang ini. Allah mencari anak-anak muda untuk dipakainya. Sejarah gereja mencatat banyak pahlawan muda yang dipakai oleh Allah. Tetapi sayangnya banyak diantara mereka yang beralasan seperti Yeremia yang berkata, “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yeremia 1:6). Ini jelas sama sekali bukan bentuk perendahan diri. Ini minder dan tidak menghargai panggilan Allah.
Mungkin kita merasa bahwa kita masih muda dan tidak tahu apa-apa untuk melayani Allah. Tetapi panggilan Allah dalam hidup kita adalah jelas: Allah memanggil setiap anaknya untuk melayani Dia. Pelayanan tidak harus berarti menjadi pendeta atau penginjil. Di mana saja kita berada, kita dapat melayani Allah.
Sejarah mencatat bagaimana seekor keledai menjadi alat bagi Allah untuk menegur Bileam (Bilangan 22:21-35). Kalau kita menyebut diri kita sebagai anak Allah, maka tentunya kita jauh lebih berharga dari segalanya. Jadi kita adalah potensi bagi kerajaan Allah.
Jangan sia-siakan masa muda kita. Jangan mengira bahwa melayani Tuhan hanya dilakukan pada masa tua. Itu adalah konsep yang dihembuskan oleh kuasa kegelapan. Kalau kita ingin tahu kapan kita dapat dipakai Allah, sekarang ini juga Allah dapat memakai kita. Bila “kemampuan” kita hanyalah mengunjungi teman di kala duka, itupun adalah bentuk pelayanan.
Yang perlu kita camkan adalah betapa berharganya hidup kita dan masa muda Anda. Jangan berikan masa muda kita kepada kesia-siaan. Berikanlah kepada Allah supaya Allah dapat memakai kita.
Renungan:
Semuanya tergantung kita, apakah kita mau dipakai Allah ataukah tidak. Ingatlah bahwa hidup kita cuma sekali, karena itu berikanlah yang terbaik kepada Allah, termasuk masa mudamu.
Melayani Allah adalah jabatan tertinggi.
No comments:
Post a Comment