Friday, December 15, 2017

Izebel Terperangkap

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 9:16-37; Ibrani 4:12
“Mereka kembali memberitahukannya kepada Yehu, lalu ia berkata: “Memang begitulah firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, Elia, orang Tisbe itu: Di kebun di luar Yizreel akan dimakan anjing daging Izebel; maka mayat Izebel akan terhampar di kebun di luar Yizreel seperti pupuk di ladang, sehingga tidak ada orang yang dapat berkata: Inilah Izebel.”
(2 Raja-Raja 9:36-37)


Siapa yang tidak kenal dengan Izebel? Dia adalah istri Ahab yang sempat ditakuti oleh nabi sekaliber Elia. Namun akhir hidupnya sangat mengenaskan, mayatnya dimakan anjing. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena perkataan Tuhan yang pernah diucapkan Elia. “Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel..” (2 Raja-raja 9:10).

Sekali Allah mengucapkan sesuatu tentang hidupnya Izebel, maka hidup Izebel terkurung dan terperangkap oleh perkataan Allah tersebut. Dia tidak bisa melepaskan dirinya dari perkataan Allah. Apapun usaha yang akan dilakukannya tetap tidak akan membuahkan hasil, sebab perkataan Allah mengikat hidupnya. 

Allah memiliki banyak perkataan bagi hidup kita yang berupa janji-janji dalam firman-Nya. Namun seringkali janji-janji Allah tidak bisa kita alami sehingga kita cepat untuk menyalahkan Tuhan. Perlu kita ketahui bahwa sekali Allah berfirman maka firman-Nya itu mengikat diri-Nya sendiri, mau tidak mau Allah harus menepati apa yang dikatakan-Nya. Bila sampai hari ini kita belum mengalami apa yang dijanjikan-Nya, hal itu disebabkan karena kita tidak membiarkan perkataan Allah mengikat hidup kita. Kita tidak mengunci hidup kita dalam perkataan Allah.

Seandainya saja kita mengikatkan diri pada firman Allah, maka hidup kita akan terkunci dalam firman-Nya dan hidup kita akan menjadi seperti apa yang janji Allah katakan. Apa saja yang akan berusaha membatalkan janji-Nya digenapi dalam hidup kita akan menjadi sia-sia saja, apakah itu krisis, sakit penyakit, kekurangan atau persoalan-persoalan hidup lainnya. Sebab semuanya itu tidak akan pernah bisa membatalkan apa yang pernah diucapkan-Nya. Dan akhirnya kita melihat bahwa firman Tuhan itu Ya dan Amin. 

Hanya ada satu saja yang membuat kita tidak bisa melihat janji Allah digenapi dalam hidup kita. Apakah itu? Ketidakpercayaan kita sendiri. Ketidakpercayaan adalah satu cara kita melepaskan diri dari ikatan janji-janji-Nya.

Renungan:
Ikatkan diri kita pada perkataan Allah dengan mempercayainya. Bila itu yang kita lakukan maka perkataan Allah itu dengan sendirinya melakukan sesuatu bagi kita. Kita tidak perlu bingung dan ragu lagi sebab Allah pasti akan menggenapinya bagi kita. 

Perkataan kita lebih dari sekedar sederetan huruf-huruf; perkataan kita menunjukkan apa yang ada di dalam diri kita.

No comments:

Post a Comment