Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 5:1-27; Roma 8:28
“Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku ....”
(2 Raja-Raja 11,12).
Ada lagu pujian yang lirik awalnya berbunyi: “.....jalan-Mu tak terselami oleh setiap hati kami.....,” lirik ini ingin mengungkapkan bahwa cara Tuhan untuk menggenapi janji-Nya itu unik dan tak terselami oleh kita. namun Ia pasti menggenapi pengharapan kita dan Ia pasti menggenapi janji-Nya di dalam hidup kita.
Suatu ketika Naaman terkena kusta, suatu penyakit yang menjijikkan saat itu dan juga saat ini. Naaman adalah seorang yang cukup terpandang di negerinya, namun ia sempat minder karena penyakit yang memalukan ini.
Naaman sangat cemas dengan penyakit kusta yang dideritanya. Melihat penderitaan tuannya, seorang gadis dari negeri Israel memberitahukan keberadaan Elisa, abdi Allah yang bisa menolongnya mendapat mujizat Tuhan. Kemudian pergilah Naaman ke tempat Elisa. Ketika mereka bertemu, maka dengan hikmat Allah, Elisa menyuruh Naaman mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Mendengar pernyataan itu reaksi Naaman justru sebaliknya. Ia bukannya segera melakukan, malahan ia menjadi gusar dan menjadi panas hati. Pikirnya itu suatu penghinaan, mengapa pejabat negara harus melakukan hal seperti itu. Bukankah Sungai Abana dan Parpar lebih bagus dari sungai Yordan, tetapi mengapa harus mandi di sungai kotor itu?
Naaman tidak mengerti rahasia ini, tetapi pegawai-pegawainya mencoba membujuk supaya ia mencoba apa yang dikatakan oleh abdi Allah itu. Akhirnya turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali ke dalam sungai Yordan. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir (2 Raja-raja 5:14). Ia baru menyadari betapa dahsyat mujizat yang dibuat oleh Allah Elisa.
Pikir Naaman ada jalan dan cara yang lebih baik untuk kesembuhannya, tetapi, justru cara yang tidak disukainya itu merupakan jalan yang harus ditempuhnya. Seringkali kita dibawa Tuhan kepada situasi seperti itu, tetapi seringkali juga kita menolak cara itu seperti Naaman. Ingatlah firman-Nya: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yesaya 55:8, 9).
Renungan:
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).
Jalan Tuhan terkadang unik, tetapi pasti mendatangkan mukjizat dan damai sejahtera; ikutilah jalan-Nya
No comments:
Post a Comment